Kamis, 24 Mei 2018

Ini Penjelasan, Mengapa Susu Kecoa Baik untuk Kesehatan

DIANGGAP sebagai hewan menjijikkan, kecoa bisa diolah menjadi susu bernutrisi tinggi yang baik untuk kesehatan. Susu kecoa bahkan disebut sebagai super food.

Munculnya susu kecoa bukanlah hal yang baru. Lebih dari 12 tahun yang lalu, beberapa peneliti menemukan bahwa di bagian saluran pencernaan hewan kecoa berjenis Diploptera Puctata, terdapat kristal protein susu.

Kini susu kecoa sebagai minuman kesehatan semakin mendapatkan perhatian. Kandungan kristal ini juga terdapat dalam kecoa berjenis Pacific Beetle. Dilansir Delish, spesies kecoa ini mengandung kristal potein, yang biasanya digunakan untuk bayi kecoa yang baru lahir.

Uniknya, kandungan kristal protein ini memiliki jumlah protein empat kali lipat lebih tinggi, dibandingkan susu sapi biasa. Susu kecoa juga mengandung asam amino, yang penting untuk pertumbuhan sel, menjaga tubuh tetap sehat, dan kandungan gula untuk pasokan energi.


Meski begitu belum ada penelitian lebih lanjut apakah susu kecoa ini, dapat berguna dan bermanfaat di bidang kecantikan.

"Tingkat pertumbuhan hormon dalam cairan khusus ini masih belum diketahui. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa pertumbuhan hormon dapat menyebabkan jerawat, pada individu tertentu," ungkap Dokter Rachel Nazarian dari Schweiger Dermatology Group.

"Tingkat gula yang tinggi dapat memperburuk kondisi kulit wajah dan kecantikan, karena tingginya kandungan gula bisa mempercepat penuaan kulit," lanjut Rachel.

Dokter Rachel turut menjelaskan bahwa susu kecoa mengandung protein dan lemak, yang vital untuk kesehatan rambut hingga kuku.

Di penelitian sebelumnya, yang diterbitkan di jurnal International Union Of Crystallography di tahun 2016. Peneliti menemukan bahwa cairan kristal ini, merupakan makanan komplet dengan kandungan protein, lemak, dan gula. Kandungan protein yang sangat stabil, membuat susu kecoa bisa jadi suplemen protein yang luar biasa.


Tertarik mencoba?

sumber: topmetro.com

Selasa, 15 Mei 2018

10 Tips untuk Melindungi Ginjal dan Menjaga Kesehatan


SETIAP tiga puluh menit, ginjal menyaring semua darah di tubuh. Mengeluarkan racun dari darah, mengeluarkannya dalam air kencing, dan mencegah kerusakan pada semua organ tubuh. Ginjal juga mengatur keseimbangan alkalin/asam dalam tubuh, mencegahnya menjadi asam berbahaya. Itu sebabnya, kita sangat perlu melindungi ginjal dan menjaga kesehatan.

Kita harus paham, fungsi ginjal sangat penting. Dan kinerja ginjal juga sangat berat. Misalnya, mengatur asam dan racun yang merupakan pekerjaan berbahaya. Dan ginjal sangat rentan terhadap racun yang berlebihan jika kita tidak melindunginya.

JENIS PENYAKIT GINJAL

Ada tiga jenis penyakit ginjal yang serius, yaitu  gagal ginjal akut, penyakit ginjal kronis, dan penyakit ginjal stadium akhir.

  • Gagal ginjal akut (GGA) adalah ketika ginjal tiba-tiba berhenti bekerja karena cedera atau menelan zat beracun.
  • Ginjal bisa secara bertahap kehilangan kemampuan berfungsi. Biasanya karena penyakit ginjal kronis (PGK). Seringkali, tidak ada gejala PGK sampai kondisinya sudah lanjut. Kemudian pasien mungkin mengalami mati rasa atau bengkak di tangan dan kaki, sering buang air kecil, mual, anemia, dan nafsu makan yang buruk.
  • Akhirnya, penyakit ginjal stadium akhir (PGSA) adalah kondisi serius di mana tidak ada atau sedikit sekali fungsi ginjal yang tersisa. Kerusakan pada ginjal sudah permanen. Pada titik ini, seorang pasien kemungkinan besar harus transplantasi ginjal.
  • Kanker ginjal, meski tidak umum, tampaknya semakin meningkat. Pada tahap awal, ada beberapa gejala. Saat kanker berkembang, gejalanya mungkin termasuk darah dalam urin, demam yang datang dan pergi, kelelahan, nyeri punggung, dan penurunan berat badan. Kanker ginjal dapat diobati dengan pembedahan, radiasi, dan berbagai macam obat. Tergantung pada lokasinya, ukuran, jenis, dan kesehatan keseluruhan pasien.

APAKAH ADA KABAR BAIKNYA?

Ternyata, penyakit ginjal sangat bisa dicegah. Ada sepuluh langkah yang dapat Anda ambil untuk menjaga ginjal tetap sehat dan kuat.

Sepuluh Langkah Untuk Menjaga Ginjal Anda Sehat:

1. Minumlah air secukupnya. Ini adalah langkah paling penting untuk menjaga ginjal tetap kuat.  Minimal, Anda minum satu setengah ons air untuk setiap pon berat badan Anda, jadi seorang pria seberat 200 pon akan minum 100 ons air setiap hari. Minum lebih banyak setelah olahraga berat atau jika Anda tinggal di iklim kering.
2. Konsumsi probiotik setiap hari. Probiotik (bakteri baik) membantu ginjal Anda memproses bahan limbah dan berkontribusi terhadap kesehatan pencernaan secara keseluruhan. Uji klinis terbaru yang melibatkan pasien dengan penyakit ginjal kronis menemukan bahwa kelompok yang menggunakan probiotik meningkatkan skor tes fungsi ginjal serta kualitas hidup secara keseluruhan.
3. Turunkan asupan fosfor Anda. Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, fosfor terakumulasi dalam tubuh. Ini menyebabkan kondisi berpotensi serius, seperti gangguan tulang dan jantung, serta pengapuran (pengerasan) jaringan. Fosfor ditemukan di sebagian besar makanan. Minuman ringan berkarbonasi dan makanan olahan, juga memiliki kandungan fosfor yang sangat tinggi. Anda hanya membutuhkan 800 mg hingga 1.200 mg fosfor setiap hari. Jumlah yang lebih tinggi akan dibersihkan dari tubuh oleh ginjal yang sehat.
4. Minum jus hijau. Bantuan makanan hijau baik dalam detoksifikasi. Misalnya jus cilantro, ramuan yang ramah ginjal, dengan air, jus lemon, dan madu. Jika Anda tidak suka jus, suplemen hijau adalah alternatif yang baik.
5. Makan makanan yang mendukung ginjal, selain ketumbar dan peterseli yang relatif, cobalah ini:
    - Semangka
    - Cranberry
    - Bluberi
    - Stroberi
    - Apel
    - Kubis
    - Kol bunga
    - Paprika
    - Bawang putih
    - Bawang
    - Minyak zaitun
6. Menurunkan berat badan. Obesitas telah dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan mengembangkan kanker ginjal.
7. Hindari penghilang rasa sakit. Terutama obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), seperti aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin, Nuprin), naproxen (Aleve), dan acetaminophen (Tylenol). Produk seperti ini sangat keras pada ginjal. Lebih buruk lagi, para peneliti telah menemukan bahwa obat-obatan ini meningkatkan risiko mengembangkan kanker ginjal. Jangan pernah mencampur NSAID dan alkohol.
8. Mandi di Garam Epsom. Ini adalah ukuran detoksifikasi dasar. Menghilangkan limbah dan racun memberi dorongan pada ginjal Anda sekaligus meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.
9. Kontrol tekanan darah. Tekanan darah tinggi dan diabetes adalah dua ancaman besar bagi fungsi ginjal Anda. Mengontrol gula darah dan tekanan darah adalah taruhan terbaik Anda untuk mempertahankan fungsi ginjal normal.
10. Hentikan merokok atau penggunaan tembakau lainnya. Racun merusak ginjal Anda.
Kita semua setuju, bahwa merawat ginjal sangat bermanfaat. Semoga artikel ini bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan, termasuk kesehatan ginjal kita.

Senin, 14 Mei 2018

Teroris Musuh Manusia

PENDUKUNG teroris selalu berkata, isu bom untuk mencoreng nama Islam. Padahal, para pendukung teroris itu sendiri yang menyeret nama Islam, ketika yang lain murni bicara soal teroris...

Kita sudah lihat sendiri.., semua pembenci teroris tidak ada yang menyangkutkan aksi teror dengan agama mana pun. Semua sepakat, itu perbuatan ORANG TAK BERAGAMA. Semua sepakat teroris adalah musuh bersama semua umat beragama. Teroris adalah musuh Islam. Teroris musuh Kristen. Teroris musuh Budha. Teroris musuh Hindu. Teroris musuh Kong Hu Chu. Teroris musuh semua penganut aliran keprcayaan. Dan lebih tegasnya, teroris adalah musuh manusia.

Artinya..., pendukung teroris itu, selain tak beragama, juga bukan manusia. Dan memang, kalau tidak manusia, tidak mungkin punya agama.

Lalu siapakah pendukung teroris yang tidak beragama dan bukan manusia itu...?

Dengan jelas dan transparan bisa kita lihat dari sikap mereka terkait aksi teroris, termasuk yang terjadi di Mako Brimob dan Surabaya kemarin.

Ada yang dengan mudah mengatakan bahwa itu adalah rekayasa dan tak mengakui, bahwa teroris itu ada. Yang lebih ekstrim, bahkan terang-terangan mendukung dengan mengatakan, itu adalah sebuah kewajiban. Lalu ada beberapa kader parpol yang juga sama sekali tidak menunjukkan simpati.

Lalu bagaimana sikap kita...?

Kalau sudah jelas siapa pendukung teroris, maka kita bisa turut andil menghabisi gerakan teroris, atau setidaknya mengurangi ruang gerak mereka.

Bisa kita mulai dengan menjaga lingkungan dari orang asing atau pendatang. Lalu awasi juga para pendukung parpol atau ormas yang punya benang merah dengan teroris.

Dan paling utama, di Pemilu 2019, mari kita habisi mereka dengan tidak mencoblos parpol yang secara terang-terangan mendukung teroris. Juga mari kita habisi papol pendukung ormas anti-Pancasila dan parpol yang anti-Pancasila. Jangan biarkan mereka ada di legislatif tingkat mana pun. Jangan biarkan cakada dukungan mereka menang.

Stop aksi mereka dengan total...!!

Salam...

Rabu, 09 Mei 2018

Melihat Para Pekerja Seks dari Sudut Pandang Lain

PEKERJA seks komersial maupun bintang porno hampir selalu dipandang rendah. Mereka yang memanfaatkan tubuhnya sendiri dan nafsu birahi orang lain untuk mencari nafkah dianggap tak sejajar dengan orang-orang yang mengandalkan otot, otak dan keterampilan khusus. Stigma-stigma negatif pun tak terelakkan: perempuan murahan, tak bermoral, berkemampuan finansial rendah sampai terpaksa menjual tubuh, bodoh, dan lain sebagainya. 

Padahal, segala hal di dunia ini, termasuk identitas para pekerja seks komersial, bisa saja dipandang dengan cara yang lain, tidak monolitik dan penuh apriori.

Beberapa waktu lalu, situs Independent membuat laporan tentang buku karya Julia Fullerton-Batten yang berisi potret-potret para pekerja seks komersial. Buku bertajuk The Act itu memuat gambar perempuan-perempuan mulai dari escort, bintang porno, penari striptis, hingga dominatrix. Benang merah dari semua gambar tersebut adalah adanya elemen pertunjukan yang coba disuguhkan para perempuan yang melibatkan seksualitas dalam pekerjaannya.

Kepada Independent, Fullerton-Batten menyampaikan, “Saya penasaran terhadap motivasi perempuan-perempuan, yang beberapa di antaranya berpendidikan tinggi, untuk terjun ke industri seks secara sukarela dan mengabaikan stigma sosial serta penolakan dari keluarganya.”

Kendati bukunya berisi potret-potret perempuan pekerja seks, Fullerton-Batten menghindari kesan pornografis di dalamnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa The Act memuat ketelanjangan, tetapi tidak melibatkan hubungan seksual sepasang manusia sebagaimana jamak ditemukan dalam pornografi. Untuk menekankan penggambaran perilaku dan aktivitas para perempuan ini, alih-alih mengeksploitasi sensualitas tubuh mereka, Fullerton-Batten memotret aktivitas dan perilaku yang jarang ditangkap dalam representasi pekerja seks di media populer. Aktivitas yang lain ini tak selalu berkaitan dengan tindakan seksual.

Tentu saja, sebagaimana publikasi berkonten erotis lainnya, The Act berpotensi melahirkan kontroversi. Hal ini dikarenakan erotisisme merupakan hal sensitif dan bersifat subjektif. Patung-patung dewa Yunani yang sering digambarkan tanpa penutup tubuh, lukisan Era Reinassance, atau relief Candi Hindu saja bisa dianggap pornografi alih-alih dipahami sebagai seni. Maka, tak heran jika sebagian besar masyarakat mempertahankan stigma buruk para bintang porno atau pekerja seks komersial karena pemahaman mereka hanya terbentuk dari sudut pandang tunggal saja.

Banyak yang menganggap pornografi hanya diperuntukkan bagi laki-laki. Kamera lebih sering menyoroti kaum hawa yang tengah melakukan aksi-aksi seksual terhadap laki-laki -yang oleh Laura Mulvey disebut sebagai male gaze. Terlepas dari konteks pornografi, jamak pula representasi perempuan yang tidak terlepas dari kepentingan tontonan laki-laki.

Dalam esai berjudul "Visual Pleasure and Narrative Cinema", Mulvey mengutip pemikiran Freud bahwa hal ini terkait dengan scopophilia yaitu kenikmatan seksual yang didapat dari menyaksikan objek tertentu dalam film. Mulvey berargumen bahwa film-film kerap menempatkan perempuan tidak hanya sebagai objek erotis lawan main dalam cerita, tetapi juga sebagai objek erotis bagi para penonton film-film tersebut.

Apakah pendapat Mulvey selalu terbukti? Industri pornografi Jepang merupakan mencoba memberikan alternatif.

Meski masih berada di bawah dominasi male gaze, sejak 2014, BBC sudah mewartakan adanya tren pembuatan film porno untuk khalayak perempuan di Jepang. Film porno untuk perempuan berkebalikan dengan male gaze: yang lebih banyak disorot kamera adalah aktor laki-laki. Inilah female gaze itu. Kecenderungan ini dimulai setelah banyak produser menyadari pasar perempuan yang dianggap potensial untuk disasar.

Dalam video BBC tersebut, tampak sejumlah perempuan yang terlibat di dalam proses pembuatan female gaze pornography. Eri Makino, sang sutradara, menyatakan bahwa pornografi untuk perempuan ini berupaya untuk mengakomodasi target pasar yang kerap kali kesulitan membangun relasi romantis serta mendapatkan kenikmatan seksual di tengah atmosfer seksualitas yang dikuasai oleh laki-laki. Tidak hanya aktivitas seksual saja yang dikedepankan dalam pornografi untuk perempuan ini, tetapi juga nilai-nilai intimasi, keromantisan, pemuasan kebutuhan seksual perempuan.

Tak Melulu Alasan Uang
Memang benar bahwa industri seks menawarkan bayaran besar dengan upaya yang -bagi sebagian orang- dianggap sangat minimal. Namun tak melulu alasan finansial yang sering disalahpahami itu yang mendorong seseorang menjadi bintang porno.

Dalam The Pornography Industry: What Everyone Needs To Know, Shira Tarrant (2016) mengangkat opini Nina Hartley, aktris porno yang juga seorang pengajar, yang menyatakan bahwa ia bergabung dalam industri pornografi lantaran senang melakoninya. “Saya punya kecondongan seksual seperti halnya Mozart dengan kecondongan musikal… dan hidup dengan seksualitas yang terbuka bagi publik telah sejak awal saya anggap natural seperti bernapas,” demikian pernyataan Hartley.

Hartley bukanlah satu-satunya aktris porno yang berprofesi sebagai pengajar. Sederet aktris porno seperti Laurie Wallace, Tera Patrick, Shy Love, Asia Carrera, TJ Hart, dan Annie Sprinkle juga dikabarkan memegang gelar dari universitas. Bahkan, beberapa di antara aktris tersebut ada yang meraih gelar PhD, dan menyelesaikan lebih dari satu bidang studi.

Stigma lainnya yang kerap dikenakan kepada para pelakon video porno atau pekerja seks komersial adalah mereka pernah mengalami pelecehan atau kekerasan seksual saat kecil sehingga memilih atau terpaksa terjun di bidang ini. Dilansir attn, studi yang dilakukan Griffith et. al. (2012) menemukan bahwa hanya 36% dari 177 aktris porno yang disurvei yang pernah mengalami kekerasan seksual.

Terlepas dari cap-cap buruk yang dilekatkan kepada mereka, para aktris porno ini juga dilaporkan memiliki penilaian diri lebih tinggi, perasaan positif, dukungan sosial, serta kepuasan seksual yang di atas rata-rata.

sumber: tirto.id

Ketika KPK tak Lagi Sakral

STATUS tersangka korupsi ataupun suap adalah sebuah situasi yang paling tidak diinginkan siapa pun. Status ini akan memberikan dampak buruk yang sangat besar bagi siapa pun penyandangnya. Karir politik akan hancur. Apa pun yang telah dirintis selama bertahun-tahun, akan rusak. Belum lagi beban yang akan ditanggung keluarga.

Kalau memang benar yang bersangkutan melakukan kesalahan yang ditersangkakan, masih bisalah dikatakan, semua kehancuran tadi adalah bagian yang harus diterima, akibat perbuatannya sendiri.

Tapi, bagaimana pula kalau ternyata yang ditersangkakan korupsi itu, sama sekali tidak melakukannya atau tidak tahu-menahu soal apa yang dituduhkan tersebut. Ini tentu akan menambah beban moral yang harus ditanggungnya. Akan muncul rasa emosional, dimana status tersangka sudah diumumkan ke publik, sementara yang bersangkutan tidak pernah melakukannya, atau setidaknya belum ada bukti.

Ini sebabnya, penetapan status tersangka oleh KPK, apalagi yang dilakukan secara kollektif seperti di Sumatera Utara, baru-baru ini, hendaknyalah dilakukan melalui proses sangat ketat. Bukan hendak mengatakan bahwa KPK tidak melakukannya. Tapi ini adalah harapan, agar jangan ada orang tak bersalah menjadi tersangka.

Sebagai contoh adalah, penetapan tersangka suap hak interpelasi yang melibatkan mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Soal ini telah ditetapkan tersangka secara bertahap. Dimulai dari lima unsur pimpinan, menyusul enam anggota DPRD Sumut. Lalu terakhir 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut, menyusul ditetapkan tersangka oleh KPK.

Semua ditetapkan berdasarkan sebuah catatan, yang katanya mereka ada terima uang. Semua tanpa bukti tanda terima. Lalu ada tuduhan, secara bersama-sama. Kalau secara bersama-sama, kenapa penetapannya tidak serentak? Lalu kenapa tidak seluruhnya jadi tersangka?

Di DPRD Sumut memang ada oknum (salah satu unsur pimpinan) yang suka memainkan APBD. Untuk penetapan APBD, katanya, harus ada semacam kesepakatan. Dan yang jelas ada aroma suap. Inilah yang disebut dengan uang ketok palu itu.

Lalu untuk urusan ini, ada yang memang aktif terlibat dan biasanya terima sesuatu sebelum penetapan. Lalu ada yang tidak begitu berperan dan terima sesudah penetapan.

Lalu ada yang memang sama sekali tidak tau. Apakah yang sama sekali tidak tahu-menahu soal atur mengatur ini dapat bagian juga? Sebenarnya tidak. Kalaupun ada uang yang sampai ke tangan mereka, itu hanya berupa uang rapat dan lain-lain.

Lalu dalam kasus suap hak interpelasi kemarin, semuanya disamaratakan menjadi terlibat dengan penyebutan uang yang diterima kisaran Rp200-350 juta. Padahal kenyataannya tidak demikian. Yang terjadi adalah, upaya membuat daftar terima uang, agar ada semacam laporan untuk mempertanggungjawabkan uang yang sudah kadung dikeluarkan. Disinilah pada akhirnya, yang tidak tahu apa-apa itu ikut menjadi korban.

Lalu kemana uang besar tadi sebenarnya digunakan, kalau bukan untuk dibagi-bagi? Tidak diketahui jelas kemana. Tapi yang pasti, ketika itu, tiga kali berganti Kapolda Sumut dan tiga kali berganti Kajati Sumut, kasus ini tak kunjung usai. Hingga kemudian terjadi OTT oleh KPK, yang memang sudah mengendus masalah suap ini.

Kemudian yang jadi pertanyaan, bagaimana mungkin kasus sepenting itu seakan-akan menjadi 'recehan'. Belum ada pemeriksaan dan belum tahu siapa tersangka, namun ada beberapa anggota DPRD Sumut yang sudah mengetahui kapan akan ada pemeriksaan dan berapa orang yang jadi tersangka. Mereka ini seolah-olah berperan menjadi Juru Bicara KPK. Seolah-olah mereka punya akses ke dalam KPK. Jelas ini sebuah pertanyaan.

Lalu soal penetapan tersangka terakhir dengan jujmlah 38, juga menjadi pertanyaan, bagaimana cara dan prosedurnya. Bagaimana caranya, kok yang dijadikan tersangka belum tahu apa pun hasil pemeriksaan, tetapi nama-nama mereka sudah beredar di media massa? Apakah demikian prosedur yang berlaku di KPK, yakni umumkan dulu nama tersangka di media, baru kirim suratnya ke masing-masing personal?

Ada salah satu tersangka dari 38 orang yang baru ditetapkan, yang menarik perhatian. Dia ini adalah inisiator hak interpelasi kepada Gubsu, karena Gubsu mengganti pejabat-pejabat eselon III tak sesuai aturan dan menyebabkan keresahan di masyarakat. Namun sebagaimana diketahui, pada saat voting di paripurna, partainya malah menjadi penentang interpelasi.

Yang jadi pertanyaan, apakah KPK mengetahui jalan cerita, bagaimana partai yang menginisiasi interpelasi menjadi penentang interpelasi? Mungkin KPK tidak mendalami, bahwa seseorang tadi telah menjadi musuh bersama di kalangan anggota dewan karena sikapnya menginisiasi interpelasi tadi. Pengurus DPP partainya pun sampai turun tangan dan menjadikan dia menjadi ketua fraksi partai mereka, mungkin dengan tujuan, agar dia lebih punya kekuatan terkait hak interpelasi tadi.

Kenyataannya, posisi dia sebagai musuh bersama malah semakin dalam. Internal partai termasuk ketua partainya di Sumut ikut menghambat segala langkahnya. Eksternal partai pun ikut memperbesar masalah karena menganggap dia adalah 'duri dalam daging'. Konflik antara dirinya dengan internal partai serta luar partai termasuk dalam penetapan alat kelengkapan di DPRD Sumut pun ramai di media massa.

Lalu kembali ke tuduhan secara bersama-sama atau bekerja bersama-sama dalam menerima suap hak interpelasi yang dituduhkan, bagaimana mungkin dia masih diikutkan kerjasama, sementara dia sudah dianggap sebagai musuh bersama? Dan dalam penetapan tersangka kemarin, apakah kajian KPK sampai ke hal-hal seperti ini?

Perkenalkan, ini Bos Baru WhatsApp

SETELAH pengunduran diri Chief Executive Officer dan Co-Founder WhatsApp Jan Koum, Facebook dengan cepat memperkenalkan penggantinya sebagai bos baru WhatsApp, yaitu Chris Daniels.

Pria ini salah satu eksekutif produk Facebook yakni internet.org -situs yang menghadirkan layanan internet gratis- dan pengabdiannya di Facebook sudah lebih dari tujuh tahun.

Salah satu kesuksesan kepemimpinan Daniels di internet.org yakni berhasil memulihkan jaringan infrastruktur nirkabel yang buruk. Sehingga dia dipercaya menangani WhatsApp kendati tidak pernah bersentuhan.

Saat kepemimpinan Jan Koum, WhatsApp dijaga dari penyisipan iklan dalam layanannya dan saat ini pasar terbesar WhatsApp adalah masyarakat Brasil dan India.

Pengalaman inilah menjadi kunci Daniels menjalankan WhatsApp, yang masih memilah model bisnisnya hampir empat tahun setelah Facebook mengakuisisi WhatsApp sebesar 19 miliar dolar AS.

Kala WhatsApp dipimpin Koum, ia berjanji untuk menjaga WhatsApp bebas iklan, meskipun aplikasi ini sekarang dimiliki oleh salah satu perusahaan periklanan terbesar di dunia.

Rombak Struktur Organisasi

Selain itu, Facebook sendiri dikabarkan dalam waktu dekat akan merombak struktur organisasinya, yang terbesar dalam sejarah, sejak berdirinya awal tahun 2014.

Orang Kaya Baru

Mengenal lebih jauh sosok mantan bos WhatsApp, Jan Koum, Google dan Facebook sempat berebut untuk mengakusisi WhatsApp yang saat itu berkembang pesat.

Hingga tahun 2013, Jan Koum bersama Brian Acton setuju untuk menjual WhatsApp ke Facebook dengan nilai sebesar 19 miliar dolar AS. Ini menjadikan keduanya sebagai orang kaya baru karena perjuangan mereka mengembangkan aplikasi WhatsApp.

Jan Koum sendiri setelah aplikasinya berhasil dibeli perusahaan Facebook, kekayaannya melonjak drastis sebesar 6,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp80 triliun dan tahun 2015 kemudian kekayaannya naik sebesar 7,9 miliar dolar AS sekitar Rp109 triliun menurut versi majalah Forbes.

sumber: topmetro.news

Selasa, 08 Mei 2018

Thats Very Old Cassettes...

SAYA mengenal dunia kaset sejak masih SD, tentunya dari bapakku. Beliau dulunya (tahun 1970-an) memiliki amplifier Sansui 6600, deck Akai, dan speakers Technics. Beberapa waktu belakangan kemudian dia tambah dengan eq Akai...

Selera bapakku adalah lagu-lagu yang untuk ukuranku sangat tua, seperti Pat Boone, Jim Reeves, dan lain-lain. Tapi pengaruh Beatles juga merambah ke rumah karena saya ingat, bapakku punya juga kaset Beatles, di samping grup lain Rolling Stones, Hollies, Marmalades, Everly Bros, dll (entah kemana kaset itu sekarang). Selain itu Beliau menyukai Ebiet G Ade.

Saya bahkan mengenal nuansa rock dari kompilasi milik bapakku, Sweet And Sentimental 2 rekaman Tops, di mana lagu pertamanya adalah Always Somewhere dari Scorpions. Di kaset ini juga ada lagu Hollies berjudul When I'm Yours, yang hanya pernah saya temukan di kaset ini. Di kaset lain, baik kompilasi maupun The Best Hollies, saya belum pernah ketemu.

Dulunya saya kurang paham soal rekaman-rekaman apa yang sering dibeli bapakku. Mulai SMP barulah saya mulai mengenal fisik kaset itu. Saat itu kebetulan mulai pemunculan kaset dengan cover yang lebih modern tanpa foto tempel dan juga mulai kemunculan pita BASF yang era itu sangat digandrungi, namun di masa ini kurang diminati karena masalah daya tahan.

Seiring dengan tahap pengenalanku pada fisik kaset..., saya pun membeli kaset pertama saya yaitu The Best Of ABBA Kings Record (kalau nggak salah tahun 1982). Lalu diikuti kaset demi kaset.

Dan nuansa rock mempengaruhiku saat saya membeli Golden Slow Rock rekaman GL yang berisikan Scorpions (Always Somewhere/Fly People Fly), Nazareth (Love Hurts/I Don't Want To Go On Without You), Deep Purple (Soldier Of Fortune/When A Blindman Cries), Rolling Stones (Angie/I Got The Blues), Rainbow (Temple Of The King/Catch The Rainbow), Bad company (Love Me Somebody/The Way I Choose), Queen (Love Of My Life/Bohemian Rhapsody). Masing-masing grup dua lagu..., satu di sisi A dan satu di sisi B. Kaset ini kemudian menjadi favorit saya saat itu dan menjembatani saya membeli kaset-kaset grup yang ada di dalamnya dan mempengaruhi selera musikku hingga saat ini.

Era kaset di mana saya mulai membeli pun mempengaruhi selera dalam hal fisik kaset. Saya sama sekali tidak suka yang foto tempel, karena menurut saya itu kaset jadul dan nggak modern. Ternyata terbawa hingga saya juga nggak suka rekaman Yess, Monalisa, Golden Bridge, dan lain-lain yang pake foto tempel. Apalagi yang pake foto tempel itu, selain, menurut saya, covernya monoton, juga tidak punya lirik.

Waktu berlalu hingga era lisensi, di mana saya sempat juga beli beberapa waktu, namun terasa ada yang nggak pas. Banyak perbedaan, mulai cover yang menurutku tak menarik, hingga kualitas pita dan rekaman. Belum lagu suasana nuansamatik yang tak terasa sama sekali...

Lalu mulailah merambah ke lapak-lapak kaset bekas yang saat itu masih banyak beredar di Medan. Kembali saya menemukan sesuatu yang hilang saat kaset-kaset era bajakan resmi yang nuansamatik full, teronggok di lapak.

Dan lagi-lagi, tetap saja pengaruh lama membuat saya tak menyentuh kaset berfoto tempel. Namun seiring waktu, karena desakan keberadaan album-album tertentu yang kadang hanya dikeluarkan perekam tertentu dan karena kaset nuansamatik juga makin susah didapat, maka rekaman Yess, Golden Bridge, dan Monalisa pun mulai masuk rak kaset. Namun belum untuk kaset-kaset yang menurutku terlalu jadul, seperti Lolita, Starlite, dan lain-lain, termasuk yang dikenal dengan kaset hitam putih.

Hingga kemudian saya bergabung dengan sebuah blog yang membahas soal kaset. Beberapa teman di sana kemudian membahas album demi album nuansamatik dan banyak di antaranya adalah dari kaset super jadul itu.

Hampir bersamaan saya juga mulai merambah dunia maya mencari kaset, mulai dari toko online hingga facebook. Ketika kaset super jadul diulas di blog tadi, maka kemunculan kaset-kaset super jadul di toko online dan facebook mulai menarik perhatian. Ditambah makin banyaknya album yang saya tahu saya belum punya, dan hanya ada di kaset super jadul itu, maka saya pun mulai tertarik membelinya. Hingga akhirnya malah suka, walau belum seperti kegandrunganku pada rekaman Team. Dan akhirnya, walau belum banyak, saya kini sudah mengoleksi kaset-kaset super jadul.

Untuk urusan pita, memang kaset super jadul kebetulan rata-rata berpita maxell atau TDK, sehingga daya tahan sangat teruji. Namun untuk kualitas rekaman, bisa dikatakan tidak merata. Apakah karena pengaruh usia atau teknologi saat itu, kaset-kaset super jadul kadang ada yang kualitas suaranya prima, namun ada juga yang tidak begitu prima.

Tapi kadang justeru di situ salah satu daya tariknya. Karena dengan suara yang agak kasar, kalau dengar lagu blues malah seperti terbawa ke masa lalu dengan nuansa suara seperti tadi. Kita seperti duduk di sebuah bar tempo dulu yang sedang memutar lagu-lagu blues dengan sound seadanya. Sungguh nuansa yang tak akan ada ditemukan di mana pun...

Tapi saya pikir, tentu kurang enak didengar kalau untuk lagu-lagu hard rock yang butuh suara keras atau prog yang butuh suara yang lebih 'open' dan detail. Itu sebabnya, untuk kaset super jadul itu, saya lebih memilih untuk album-album blues...

Horas...!
Long Live Rock And Blues...

Minggu, 06 Mei 2018

Tips Cara Merawat Kulit Normal

KALAU Anda memiliki kulit normal, maka Anda termasuk orang beruntung. Itu karena kulit normal sebenarnya tidak membutuhkan perawatan khusus. Yang dibutuhkan lebih kepada untuk mempertahankan kenormalan tadi.

Itu sebabnya, kulit normal merupakan jenis kulit yang cara perawatannya terbilang mudah dibandingkan dengan perawatan jenis kulit lainnya. Berbeda dengan jenis kulit kering yang terlihat kusam, kulit normal tampak lebih cerah dan berseri.

Meski demikian, pada keadaan tertentu kulit normal juga berpotensi sedikit berminyak dan kering di beberapa bagian. Namun jenis kulit normal ini jarang sekali dihinggapi masalah-masalah kulit seperti jerawat atau iritasi.

Karena memang normal, maka kadar kelembabannya pun cukup, pori-pori lebih kecil, dan tekstur kulit halus. Sehingga memang sekilas terkesan sempurna dan tidak memerlukan perawatan ekstra.

Lalu apakah kulit normal menjadi tidak butuh perawatan?

Seperti disebutkan di atas, memang tidak butuh perawatan khusus. Tetapi, tetap saja harus ada perawatan dan penjagaan kesehatan secara rutin. Sehingga kenormalan tadi, tidak terganggu.

Di bawah ini adalah cara merawat kulit normal:

Rajin membersihkan wajah

Membersihkan wajah secara teratur adalah yang paling utama dilakukan. Terutama setelah beraktivitas untuk membersihkan wajah dari debu atau setelah menggunakan kosmetik untuk menghilangkan sisa kosmetik, juga sebelum mandi. Pakai sabun mandi dan pembersih muka ringan. Telapak tangan harus keadaan bersih ketika membasuh wajah. Gunanya agar kotoran di tangan tidak berpindah ke kulit wajah.

Atur frekuensi pembersihan

Berikutnya adalah mengatur rentang waktu yang tepat untuk membersihkan wajah. Poinnya, jangan terlalu sering dan jangan terlalu jarang. Membersihkan wajah sekali sehari atau keseringan, bisa menimbulkan masalah bagi kulit normal. Malas akan membuat kotoran dan sel kulit mati, sehingga wajah mudah berjerawat dan kusam. Kalau terlalu sering berpotensi menjadikan kulit wajah kering atau malah berminyak.

Jangan gunakan scrub atau sikat pembersih

Penggunaan scrub atau sikat pembersih kulit sebaiknya dihindari karena berpotensi merusak kulit.

Pilih produk kecantikan ringan

Kulit normal memang sangat mudah beradaptasi dengan kosmetik jenis apa pun. Namun meski demikian, Anda tetap harus memperhatikan jenis atau kandungan bahan produk kecantikan yang digunakan. Pilih pelembab wajah ringan, memiliki kelembaban seimbang, dan mengandung antioksidan. Untuk pembersih wajah, Anda sebaiknya memilih pembersih yang mengandung air, karena lebih lembut.

Hapus make up sebelum cuci wajah

Usai menggunakan make up, bersihkan dulu riasan dengan pembersih make up. Ini gunanya agar sisa-sisa make up terangkat sempurna dari wajah dan tidak menyumbat pori-pori kulit wajah. Pastikan langkah-langkahnya sudah tepat. Setelah itu, baru bersihkan wajah dengan sabun pencuci muka.

Gerakan memutar saat membersihkan

Perawatan kulit normal memang tak terlalu khusus. Namun tetap juga membutuhkan perawatan tepat agar kesehatannya tetap terjaga. Salah satu cara sederhana merawat kulit normal yang bisa anda lakukan sendiri adalah dengan melakukan gerakan tangan memutar ketika membersihkan wajah. Yakni mulai dari tengah wajah, ke atas, samping, lalu ke bawah. Selain untuk relaksasi, gerakan ini juga untuk mengangkat keluar kotoran-kotoran di pori-pori kulit wajah.

Kebiasaan baik dan gaya hidup sehat

Terakhir dan terpenting adalah gaya hidup. Meski kulit normal, tapi perlu juga didukung dengan gaya hidup yang sehat. Untuk itu, Anda disarankan mengkonsumsi sayur-mayur dan buah-buahan segar, yang bermanfaat untuk kulit dan kaya antioksidan. Lalu penuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari. Kemudian jaga waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kondisi badan dan kulit tetap sehat dan bugar.

sumber: topmetro.news

Jangan Tertipu, Pahami Cara Menghitung Premi Asuransi Mobil

APAKAH Anda sudah tahu cara menghitung biaya asuransi mobil? Seringkali kita merasa kesal atau kurang berterima dengan pembiayaan asuransi yang harus kita lunasi. Benarkah kita ditipu? Atau jangan-jangan kita yang belum memahami cara menghitung premi asuransi mobil?

Memang sudah menjadi kelaziman, bagi kita, selain belum terlalu menyadari pentingnya asuransi mobil, cara menghitung segala pembiayaannya juga menjadi persoalan tersendiri. Masih banyak di antara kita yang masih bingung soal hitung-hitungan biaya premi asuransi.

Padahal, sebenarnya, tidak perlu bingung soal penghitungan premi asuransi ini. Sudah ada ditentukan dalam Surat Edaran dari Otoritas Jasa Keuangan Nomor 21/SEOJK.05/2015, bagaimana jumlah nilai tarif premi asuransi mobil. Jadi semua ada diatur sesuai hukum berlaku. Dengan memahami ini, maka kita bisa terhindar, atau setidaknya komplain, apabila dirasa ada pembiayaan yang tidak seharusnya.

Dalam memahami tata-cara menghitung biaya premi ini, maka kita ketahui terlebih dahulu jenis asuransi kendaraan yang tersedia, antara lain, asuransi mobil Total Lost Only (TLO) dan All Risk/Comprehensive.

Pada dasarnya, semua jenis ini ditujukan untuk melindungi dari kerugian. Tentu saja, sesuai dengan namanya, maka cakupan perlindungan di antara kedua asuransi ini berbeda. Jadi, Anda bisa dengan bebas memilih asuransi tersebut, sesuai dengan kemampuan dan tentunya kebutuhan.

ASURANSI MOBIL TLO

Jenis asuransi TLO ini hanya memberi penggantian, seandainya kendaraan mengalami kerusakan parah, hingga di atas 70 persen. Atau dengan kata lain, sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Asuransi jenis ini juga mencover, apabila kendaraan kita hilang atau dicuri.

Apabila kita membeli mobil secara kredit, asuransi TLO ini biasanya sudah menjadi satu kesatuan dengan pembayaran pertama, dimana besaran preminya juga tergantung dari lamanya jangka waktu kredit. Semakin cepat masa tenor kreditnya habis, maka besaran premi akan semakin rendah.

ASURANSI ALL RISK

Ini berbeda dengan TLO. Cakupan atau perlindungan lebih luas bisa Anda dapatkan apabila menggunakan asuransi jenis All Risk/Comprehensive. Asuransi ini akan mengcover kerusakan yang kecil maupun besar. Kerusakan yang kecil pun, seperti lecet akibat diserempet misalnya, atau lampu mobil retak, bisa dicover dengan asuransi ini.

Tapi tentu saja, bila dibanding asuransi TLO, maka biaya premi All Risk ini akan lebih tinggi. Kemudian jangan lupa, perusahaan asuransi akan mengenakan biaya premi tambahan, apabila usia kendaraan di atas lima tahun. Untuk penambahan ini diatur, besaran minimal lima persen.

ASURANSI KOMBINASI

Kemudian ada asuransi yang mengkombinasikan keduanya. Ini sesuai dengan keinginan Anda, berdasarkan kondisi mobil yang tentunya berubah karena usia. Jadi bisa kondisinya seerti ini, di tiga tahun pertama Anda memakai asuransi all risk. Namun mengingat kondisi kendaraan yang makin tua makin mahal preminya, maka bisa saja, di tahun keempat, Anda beralih ke asuransi TLO.

BAGAIMANA MENGHITUNG PREMI?

Berdasarkan ketetapan di dalam Surat Edaran OJK Nomor: SE-06/D.05/2013 tentang Penetapan Tarif Premi, maka wilayah kendaraan beroperasi, akan mempengaruhi besaran premi.

Pembagian wilayahnya adalah:

- Wilayah I meliputi Sumatera dan kepulauan di sekitarnya
- Lalu Wilayah II meliputi Jakarta, Banten, dan Jawa Barat
- Kemudian Wilayah III semua daerah di Indonesia yang tidak termasuk ke dalam Wilayah I dan II

Selain masalah wilayah, besaran harga jual kendaraan juga menjadi faktor penentu besarnya asuransi kendaraan. Semakin mahal harga kendaraan, makin kecil persentase premi. Selain itu, untuk biaya resiko, perusahaan asuransi juga memberlakukan premi tambahan minimal sebesar Rp300 ribu per kejadian.

Premi Asuransi TLO

Misalkan saja Anda baru saja membeli mobil seharga Rp200 juta dengan domisili Kota Jakarta. Lalu mengansuransikan mobil Anda dengan cara TLO, karena tidak mau menanggung risiko kerusakan atau kehilangan.

Untuk harga mobil kisaran Rp125 juta hingga Rp200 juta dengan domisili di Jakarta, berdasarkan peraturan OJK, premi asuransi TLO adalah 0,44-0,53 persen. Maka pihak dealer mobil, kemudian menerapkan premi sebesar 0,49 persen, sesuai dengan hitungan di atas.

Sehingga perhitungannya menjadi: 0,49 persen x Rp200 juta = Rp980 ribu

Dengan premi ini, pihak asuransi wajib mengganti kerugian sesuai dengan harga mobil yang Anda beli waktu itu, apabila Anda mengalami musibah hingga mobil ringsek.

Pertanyaannya, sampai kapan asuransi TLO ini berlaku?

Asuransi TLO ini biasanya punya masa berlaku satu tahun. Sedangkan uang pertanggungan jaminan akan selalu berkurang di tahun berikutnya. Karena nilai mobil menyusut tiap tahunnya. Oleh karena itu, jangan pernah lupa mencocokkan antara premi, nilai mobil, dan uang pertanggungannya, ketika akan bayar premi di tahun berikutnya.

Premi Asuransi All Risk

Lain ceritanya, jika Anda mengasuransikan mobil dengan asuransi all risk. Selain premi yang dibayarkan juga lebih besar, manfaatnya pun lebih luas.
Besaran premi asuransi all risk untuk harga mobil Rp200 juta di wilayah Jakarta adalah 2,47-2,72 persen. Kalau pihak dealer menetapkan premi asuransi sebesar 2,5 persen, Anda pun harus membayar Rp5 juta per tahun buat asuransi.

Coba dihitung, misalkan bumper mobil Anda penyok akibat ditabrak sepeda motor. Karena Anda tidak mengasuransikan mobil secara All Risk, maka Anda harus keluar biaya sendiri sebesar:

- Biaya reparasi bumper Rp500 ribu
- Cat Rp500 ribu

Apabila tak punya asuransi, Anda harus membayar Rp1 juta untuk reparasi mobil. Sedangkan dengan asuransi all risk, Anda cukup membayar Rp300 ribu per kejadian sebagai biaya risiko.

PERLUASAN PERTANGGUNGAN

Anda juga bisa meminta perluasan pertanggungan kepada pihak asuransi. Tetapi, tentu tidak gratis. Misalnya saja karena di Jakarta, sering ada demonstrasi, Anda ingin melindungi mobil Anda karena takut dirusak massa.

Yang harus Anda bayarkan untuk asuransi All Risk adlah 0,05 persen, atau sebesar 0,35 persen untuk asuransi TLO. Tapi sesuai peraturan OJK, itu adalah rate premi minimum. Sedangkan esarannya nanti tergantung perusahaan asuransi yang Anda dipilih.

Untuk kejadian-kejadian seperti sabotase, terorisme, dan kecelakaan diri penumpang, maka kendaraan bisa ikut dilindungi dengan adanya perluasan tanggungan dimaksud. Biasanya, ini tidak ditanggung oleh asuransi kendaraan bermotor.

Setelah tahu segala perhitungan asuransi, mudah-mudahan tidak ada lagi salah pengertian dengan pihak asuransi. Untuk mengetahui besaran hitungan sesuai kota Anda, bisa ditanyakan langsung ke pihak asuransi atau lembaga berkompeten lainnya.

sumber: topmetro.news

Rabu, 02 Mei 2018

Minum Air Dingin tak Baik untuk Kesehatan

MINUM air dingin (air es), katanya ampuh menyegarkan tenggorokan sekaligus melepas dahaga. Benarkah demikian? Mungkin saat masih mengalir dari mulut hingga ke lambung, bisa jadi ada rasa segar.

Tapi sesudah itu, apakah rasa segar tadi akan bertahan? Banyak orang mengatakan, sesudah minum, malah terasa kurang nyaman di perut maupun kerongkongan. Perut terasa kembung sementara kerongkongan malah terasa kering dan lebih cepat kembali haus.

Dan ternyata, terlalu sering mengonsumsi air dingin tidak baik buat kesehatan tubuh. Ada beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh kebiasaan minum air dingin atau air es.

Berikut ini adalah dampak negatif akibat minum air dingin

Iritasi Tenggorokan
Terlalu sering mengonsumsi air dingin secara terus menerus dapat menyebabkan iritasi dan peradangan tenggorokan yang akan membuat kita merasa sakit pada saat menelan. Parahnya lagi, kalau masih terus-terusan mengonsumsi air dingin akan menyebabkan batuk hingga pembesaran amandel.

Perut Buncit
Di dalam perut kita terdapat bantalan lemak yang berfungsi untuk menghangatkan makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut, termasuk air dingin yang kita konsumsi. Nah, kalau semakin banyak air dingin yang kita konsumsi, bantalan lemaknya pun akan semakin bertambah. Penumpukan lemak inilah yang kemudian membuat perut semakin membucit.

Kembung
Meminum air dingin setelah makan bisa meningkatkan gas dan asam lambung yang membuat jaringan perut menjadi tegang. Hal tersebutlah yang membuat perut menjadi kembung.

Menggagalkan proses penghancuran lemak
Mengonsumsi air dingin nggak baik buat siap saja yang sedang menjalani diet. Karena air dingin dapat menggagalkan proses pembakaran lemak dalam tubuh.

Lebih cepat merasa haus
Merasa baru saja minum air dingin tapi sudah merasa haus lagi? Ternyata meminum air dingin setelah makan bisa mengacaukan stabilitas keseimbangan tubuh. Dan menyebabkan seseorang lebih cepat merasa haus kembali bahkan setelah minum air dingin.

Gangguan fungsi pencernaan
Air dingin bisa mengubah makanan berlemak yang kita konsumsi menjadi padat. Hal tersebut disebabkan dengan adanya peningkatan massa di dalam jaringan perut sehingga mengganggu kinerja pencernaan. Nggak cuma itu, meminum air dingin pada pagi hari juga nggak baik buat tubuh. Times Of India, mengatakan bahwa mengonsumsi air dingin pada pagi hari dapat berubah menjadi racun bagi pencernaan.

Itulah beberapa dampak negatif akibat minum air dingin. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk minum air segar. Air segar adalah yang suhunya netral karena pangaruh suhu udara di sekelilingnya. Bukan karena es.

sumber: topmetro.news

Kenapa tak Mudah Mengajak Masyarakat Ikut Asuransi?


SALAH satu keluhan bagian pemasaran asuransi adalah, susahnya menambah nasabah. Bahkan ketika BPJS belum sepopuler sekarang, mengajak masyarakat masuk asuransi, bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi ketika BPJS sudah memasyarakat, maka pekerjaan pun makin sulit.

Lalu kenapa susah mengajak masyarakat ikut asuransi? Padahal saat BPJS disosialisasikan lebih intens, masyarakat ternyata mau jadi peserta.

Penulis yang berbincang dengan seorang warga peserta BPJS mengatakan, mereka ikut program pemerintah itu karena percaya, tak akan kena tipu. Meski kadang lumayan ribet dalam pengurusan, tetapi kita lihat, bagaimana masyarakat mau antri berjam-jam di Kantor BPJS.

Ini membuktikan, bahwa masyarakat sebenarnya perduli masalah kesehatan. Demi mendapatkan pelayanan dari BPJS, mereka tidak keberatan mengikuti langkah mulai dari soal rujukan, dan lain-lain.

Mengenai biaya, ternyata juga bukan terlalu masalah. Seorang peserta BPJS yang ditanyai penulis mengaku, dia tidak keberatan bayar iuran bulanan, karena sadar apa manfaatnya. Andaipun tidak sakit saat ini, setidaknya dia mengaku lebih tenang, karena sudaha ada jaminan kesehatan.

Artinya, masyarakat membutuhkan sesuatu yang bisa dipercaya dari lembaga asuransi, lalu mereka pun akan senang ikut jadi peserta.

HARUS DIPERCAYA

Masalahnya, bagaimana membuat sebuah lembaga asuransi bisa dipercaya?Sudah menjadi rahasia umum, bahwa seringkali masalah klaim mengklaim menjadi sebuah persoalan tersendiri dalam dunia perasuransian. Bahkan kita bisa membaca di media, bagaimana seorang nasabah menggugat lembaga asuransi, karena masalah klaim ini.

Dalam benak masyarakat saat ini, seakan ada tertanam pemikiran, bahwa mengurus klaim tidak semudah iming-iming saat mereka dibujuk masuk asuransi. Meski mereka tertarik saat ditawari, namun kekhawatiran masalah klaim tersebut, bisa mengalahkan ketertarikan mereka untuk ikut asuransi.

Biasanya segala tata cara klaim sudah disampaikan para agen asuransi saat menawarkan. Namun semua bisa mentah, ketika calon peserta lebih dihantui ketakutan akan kecewa saat akan mengklaim.

Disinilah mungkin perlunya agen asuransi yang mampu membangkitkan kepercayaan itu. Sebagus apa pun program, akan sia-sia, kalau calon peserta tak bisa dibangkitkan kepercayaannya.

Selain soal kepercayaan, stateman agen untuk bisa membantu tata cara klaim, juga sangat diperlukan. Misalnya untuk menjembatani dengan pihak-pihak lain yang berhubungan dengan klaim, misalnya dokter dan lain-lain.

IMING-IMING TERLALU TINGGI

Hal lain adalah iming-iming yang ternyata tidak sama dengan kenyataan.
Untuk masalah ini juga sering kita dengar, bagaimana peserta asuransi menggerutu, karena apa yang ditawarkan agen, ternyata tidak pas dengan yang mereka terima.

Bisa jadi karena ingin mendapatkan nasabah, agen asuransi pun memberi iming-iming, yang sebenarnya tidak ada dalam program mereka. Inilah yang kemudian membuat peserta kecewa dan menceritakan ini ke publik dan mempengaruhi ketertarikan masyarakat.

Sungguh bijak, apabila lembaga asuransi mengarahkan para agennya untuk bersikap jujur di lapangan. Alangkah baiknya lembaga asuransi mensosialisasikan program atau kelebihan yang sudah pasti akan didapatkan peserta, namun sekaligus mengusahakan kelebihan-kelebihan lain.

Artinya, lembaga itu mengaku nilai 7, tapi pada prakteknya nilai 8, akan lebih dihargai dari pada mengaku bernilai 9, tetapi hasilnya 8. Walau hasilnya sama-sama delapan, dipastikan apresiasi akan berbeda.

MASALAH LAINNYA

Selain hal di atas, penulis juga merangkum beberapa faktor lain, seperti masalah pelayanan, misalnya soal rujukan rumah sakit atau dokter untuk asuransi kesehatan.

Ini kadang menjadi masalah, ketika rumah sakit atau dokter yang ditunjuk tidak sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian. Ada baiknya lembaga asuransi menjadikan pertimbangan ini untuk menarik minat calon peserta.

Selain itu, ketidakpahaman masyarakat secara mendalam soal asuransi, menjadi tantangan juga bagi para agen asuransi. Belum lagi anggapan bahwa asuransi itu adalah produk mewah.

Asuransi memang belum terlalu populer bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, masih banyak istilah-istilah dalam asuransi yang belum dimengerti dengan baik oleh masyarakat. Inilah membuat masyarakat masih banyak ragu dan memutuskan untuk tidak memiliki asuransi.

Itu sebabnya, istilah-istilah asuransi yang terkesan berbahasa tinggi, sebaiknya disederhanakan, sehingga mudah dicerna dan diingat. Juga membuat kesan mahal menjadi hilang, berganti dengan kedekatan, karena istilah yang dipakai misalnya dari bahasa sehari-hari.

MANFAATKAN PERKEMBANGAN POLA PIKIR

Saat ini perkembangan pola pikir masyarakat sudah semakin berkembang. Kalau sebelumnya menganggap asuransi bukan kebutuhan penting, saat ini sepertinya sudah mulai bergeser. Ini bisa jadi karena faktor BPJS yang makin memasyarakat.

Namun apa pun alasannya, perkembangan pola pikir tadi harus bisa dimaksimalkan oleh lembaga asuransi melalui para agen. Tentunya selain soal kepercayaan, pelayanan, dan janji yang realistis, maka pengembangan program juga menjadi penting.

Misalnya, apakah hanya soal perawatan apabila sakit untuk kesehatan, atau apa saja yang bisa membuat rasa aman pemilik kendaraan, dan lainnya, menjadi perlu dikembangkan.

Saya ada contoh sebuah asuransi kendaraan roda dua, yang mengatakan, hanya menanggung kerusakan minimal 80 persen baru ada penggantian. Di bawah itu tidak ditanggung.

Itu artinya kondisi sepeda motor sudah dalam keadaan roda ketemu roda. Apakah batasan seperti itu masih diperlukan serta bisa kah masyarakat merasa nyaman dengan itu, tentunya harus jadi pemikiran lembaga asuransi.

Pemilihan Langsung di Indonesia, Anugerah atau Bencana?


SEGALA jenis pemilihan langsung mulai dari pemilihan kepala daerah, pemilu legislatif, hingga pemilihan presiden, membawa dampak luar biasa kepada perkembangan masyarakat Indonesia. Euforia kebebasan berpendapat yang sebelumnya terkekang di Era Orde Baru, sepertinya mendapat tempat subur untuk berkembang biak.
   
Namun sayang, perkembangan demokrasi tersebut, tidak diimbangi perkembangan yang baik pada wawasan berpikir maupun mentalitas masyarakat Indonesia. Masyarakat sepertinya belum siap menerima perubahan di bidang demokrasi tadi, sehingga bahkan timbul kesan, reformasi muncul terlalu dini.
   
Faktanya, kebebasan berpendapat sering kebablasan dengan tindakan-tindakan tidak pada tempatnya dan justeru lebih sering bertentangan dengan yang disuarakan. Para pengunjuk rasa sering menyuarakan keadilan, kedamaian, dan sebagainya, justeru dengan merusak fasilitas umum dan mengganggu aktifitas orang-orang yang katanya, mereka perjuangkan.
   
Yang disesalkan, kesalahkaprahan atas demokrasi pun merambat ke segala jenis pemilihan umum. Bagi masyarakat, musim pemilihan umum, baik pilkada, pemilu legislatif, maupun pilpres, terkesan sebagai musim rezeki. Musim di mana para kandidat akan membagi-bagikan sesuatu, baik berbentuk uang maupun barang.
   
Bahkan yang menyedihkan, musim pemilihan menjadi musim penambahan musuh baru. Pilpres 2014 sudah meninggalkan dua kubu yang sampai sekarang tak pernah damai. Saling menghujat dan memaki, terutama di medsos, sudah menjadi pemandangan biasa.

Kemudian situasi dipertajam dengan Pilkada DKI. Pihak yang saling berlawanan bertambah di tengah suasana makin panas. Ditimpali makin maraknya hoax, untuk tujuan-tujuan tertentu. Belum lagi pemanfaatan massa dari komunitas tertentu, yang dimobilisasi untuk kekuasaan, dan akhirnya menambah permusuhan baru.

TIGA JENIS PEMILIH

Para pengamat politik mengatakan, ada tiga jenis pemilih, yaitu pemilih yang berdasarkan rasa emosional, rasional, dan pragmatis. Sedihnya, pemilih sekarang justeru didominasi pemilih pragmatis, yang memilih berdasarkan imbalan serta janji instan yang tak jelas kebenarannya. Janji instan ini bisa berupa materi, iming-iming surga, dan lainnya.

Jadi kita tidak heran, pada saat proses pilkada berlangsung, maka yang sering ditanyakan warga adalah soal ‘kejelasan’ dalam artian materi apa yang akan mereka terima. Selain itu, masalah surga dan neraka pun akan mereka tanyakan juga, meski hubungan antara surga dan neraka terhadap pemilihan kepala daerah, masih terus jadi perdebatan.

Padahal, dominasi pemilih pragmatis, selain menimbulkan ‘cost’ tinggi, akan meninggalkan beban kepada kepala pemerintahan terpilih, sehingga berpotensi mengabaikan kepentingan rakyat. Akibatnya akan semakin jauh harapan kepada kepala pemerintahan terpilih. Besarnya biaya yang ditanggung selama selama proses pilkada, pileg, maupun pilpres, akan jadi beban pemikirannya selama memimpin, sehingga akan mencari segala upaya mengembalikan uangnya, plus bunga-bunganya.
   
Belum lagi biaya atas pecahnya masyarakat, yang nilainya tak bisa diukur dengan apa pun.

Dan meski resikonya sangat besar bagi negata, namun para politikus busuk memanfaatkan ini untuk mencapai tujuan. Ini sebuah kebuah kenyataan ironis, di mana saat sebuah pemilihan langsung harusnya memberi kesempatan memilih seorang pimpinan berkualitas, masyarakat dan para politikus busuk merusaknya.

KEMBALI KE DPRD?

Padahal dulu, saat pemilihan kepala pemerintahan/daerah masih dilakukan MPR RI/DPRD setempat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, hingga nasional, masyarakat banyak protes, dengan salah satu alasan, kepala pemerintahan/daerah terpilih, bukan atas keinginan mereka.

Masyarakat selalu menuding (saat itu), bahwa kekuatan uang selalu ‘bermain’ dalam setiap pemilihan kepala pemerintahan/daerah oleh wakil rakyat. Hingga akhirnya, rakyat pun diberi kesempatan untuk memilih sendiri, dengan harapan, kualitas pemimpin akan makin mendekati harapan masyarakat yang memilihnya.
   
Namun, fakta berkata lain, di mana segala jenis pemilihan bukannya memperbaiki hasil pilihan, bahkan lebih dari itu, malah merusak mental pemilih, yaitu masyarakat, walau mungkin tidak seluruhnya. Politik uang yang dulu dengan lantang diteriakkan masyarakat kepada legislatif di segala tingkatan saat pemilihan kepala pemerintahan/daerah, justeru malah makin berkembang dengan subur saat pemilihan dilakukan langsung oleh rakyat.
   
Bahkan yang menyedihkan lagi, di hampir semua daerah, khususnya Sumut, sudah ada tarif tertentu yang dibebankan masyarakat kepada kandidat, apabila ingin dipilih. Nilainya mencapai ratusan ribu rupiah per kepala. Rakyat sepertinya tidak lagi memikirkan, seberapa besar dana yang harus dikeluarkan seorang kandidat hanya sekedar merebut jabatan bupati misalnya, kalau seorang calon pemilih harus dibayar sekian ratus ribu. Apalagi kalau sudah skala nasional.
   
Selain soal uang, perpecahan sebagaimana disebutkan di atas pun makin menajam.

Dan hasil pemilihan tentunya sangat gampang ditebak. Ada pengeluaran, tentu ada pemasukan plus laba. Ada fanatik membabibuta, maka ada perpecahan. Masalah, apakah kebijakan kepala daerah itu nantinya prorakyat atau tidak, bukan lagi masalah. Toh hampir semua kandidat berpikir, urusan dengan rakyat sudah selesai saat mereka memberi uang dan janji-janji surgawi.

Akhirnya, rakyat sendiri yang jadi korban dan tidak bisa melakukan apa-apa saat ada kebijakan kepala pemerintahan/daerah yang dirasakan tidak berpihak. Nggak salah kalau kepala pemerintahan/daerah terpilih punya pemikiran, apalagi yang diributkan. Toh semuanya sudah dibayar tuntas.
   
PERPECAHAN SAMPAI KAPAN?

Belum lagi masalah paling populer sejak Pilpres 2014 hingga Pilkada DKI, sebagaimana disinggung di atas, yaitu menjamurnya caci maki. Rakyat seolah merasa, bahwa mencaci, menghina, menghujat, dan memfitnah itu sudah menjadi lumrah. Tanpa jelas apa tujuan membela dengan membabi-buta, hingga menghalalkan secala cara.

Coba kita perhatikan sekarang di media sosial. Pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo tak habis-habisnya saling menyerang. Demikian juga antara pendukung Anies dan Ahok. Hoax pun 'berseliweran' bagai angkot di jalanan. Mulai hoax halus sampai paling kasar, bebas muncul tanpa ada filter apa pun, ditelan habis oleh masyarakat yang gampang dicuci otaknya.

Mempunyai pilihan pada pilpres adalah hal yang sangat baik. Seorang warga negara memanglah seharusnya aktif menyukseskan pilpres dengan turut serta menjatuhkan pilihan. Mendukung kandidat juga tidak salah. Malah aneh rasanya kalau kita memilih tanpa alasan. Akan tetapi, kehilangan teman, bahkan keluarga, bahkan rasa kemanusiaan, janganlah sampai dianggap menjadi harga yang pantas hanya demi membela si kandidat.

Padahal ironisnya, si kandidat, kenal pun nggak dengan mereka. Yang ada hanya fanatisme membabi-buta.
   
Akhirnya kita hanya bisa bertanya, "Pemilihan langsung ini, apakah anugerah atau bencana?"

Beberapa Faktor Penyebab Kemandulan pada Pria


DALAM kehidupan berumah tangga kehadiran seorang anak pastinya menjadi momen yang sangat dinantikan. Tapi, terkadang kebahagiaan tersebut kerap tertunda akibat terhalang masalah kesuburan. Itu sebabnya, penyebab kemandulan harus jadi perhatian.

Masalah kesuburan ternyata bukan hanya masalah yang dialami oleh wanita. Tetapi 50 persen masalah infertilitas juga bisa disebabkan karena faktor pria. Meskipun gangguan kesuburan pada laki-laki biasanya dipengaruhi oleh faktor genetik, tapi gaya hidup juga bisa memengaruhi hal tersebut.

FAKTOR PENYEBAB

Ternyata, faktor makanan dan kebiasaan sehari-hari sangat mempengaruhi tingkat kesuburan seorang pria. Berikut adalah beberapa gaya hidup yang dapat menyebabkan kemandulan:
   
1. Junk food:
Penelitian menunjukkan, bahwa junk food dapat merusak kesehatan sperma seorang pria, dan akhirnya membuat seorang pria menjadi tidak subur. Hal ini disebabkan oleh lemak trans yang banyak terkandung dalam junk food. Studi yang dilakukan oleh Harvard University juga menemukan fakta bahwa, pria yang mengonsumsi makanan dengan kadar lemak trans tinggi, memiliki risiko cukup besar untuk alami kemandulan.
   
2. Kebiasaan Merokok:
Para perokok telah terbukti memiliki kesuburan yang lebih kecil dibandingkan mereka yang bukan perokok. Kebiasaan merokok juga dapat memengaruhi kesehatan dan pergerakan sperma.
   
3. Menggunakan Celana Ketat:
Penggunaan celana ketat akan membuat suhu di sekitar organ vital menjadi lebih panas, dan kondisi tersebut sangat berbahaya buat sperma. Sebuah penelitian membuktikan dengan mengambil sampel pria yang suka mengenakan celana ketat. Jumlah sperma yang diproduksi biasanya 60 juta permilimiter, dengan menggunakan celana ketat jumlah sperma turun drastis sepertiganya, yakni 20 juta permililiter.
   
4. Obesitas:
Pria obesitas juga memiliki sperma yang lebih sedikit dibanding pria berbadan normal. Selain itu, pergerakan sperma pria obesitas, cenderung lebih rendah. Sehingga tidak jarang sperma pria obesitas sulit untuk menjangkau sel telur wanita. Para pria obesitas juga cenderung mengalami perubahan kadar hormon testosteron dan hormon reproduksi lainnya.
   
5. Penggunaan Obat Anti Depresan:
Dalam sebuah studi ditemukan bahwa, obat yang biasa digunakan untuk memberikan rasa senang dan bahagia dicurigai dapat membuat pasien pria mengalami gangguan kesuburan dan juga menyebabkan gerakan sperma menjadi tidak normal. Di luar faktor obat-obatan, para ahli sejak lama sudah menyebutkan bahwa stres dan depresi sendiri bisa menyebabkan level hormon testosteron pria berkurang yang berdampak pada menurunnya jumlah sperma.

PERBAIKI POLA HIDUP

Setelah mengetahui secara ringkas penyebab kemandulan bagi pria, maka ada baiknya, dimulai perbaikan pola hidup. Mungkin bisa dimulai dengan pengaturan pola makan yang sehat. Pikiran untuk sehat jangan dikalahkan oleh selera makan sesaat.

Untuk para perokok, bisa diawali dengan mengurangi kuantitas. Memang bagi seorang perokok, menghentikan kebiasaan merokok adalah sebuah tantangan yang sangat sulit. Tapi semua tidak mustahil kalau niat sudah lebih kuat dari pada keinginan merokok.

Hal serupa juga untuk pola kebiasaan lain, termasuk soal fashion. Bergaya tentu saja perlu. Tapi kalau gaya kemudian menghilangkan kesempatan untuk memperoleh sesuatu yang lebih penting, tentu harus jadi pemikiran juga.

sumber: topmetro.news

Rockshots, jagonya kompilasi...


HINS (Harmonious Ideal and Natural-Sound Seeker) adalah salah satu perekam yang berjaya pada masa pra-lisensi. Dan tentu saja sebagaimana dengan perekam-perekam lain di masa itu, kualitas suara adalah hal utama.
   
Sejak awal memang HINS sudah akrab dengan kompilasi. Dan salah satu kompilasi mereka yang terbilang terkenal adalah Slow Rock Memory yang berseri dari 1 - 8. Ini menjadi rival berat AR yang kondang dengan Dream Express-nya.
   
Khusus genre rock/hard rock/heavy metal, HINS membuat semacam anak label, yaitu ROCKSHOTS. Dalam hal ini, perekam lain juga ada melakukan hal serupa, seperti TEAM dengan ROCKLINE-nya, STEEL dengan ROCK EXPRESS-nya, dan lain-lain.
   
Bicara ROCKSHOTS tentu bicara album-album rock dan heavy metal yang benar-benar sangat memanjakan para penggemar musik era kaset bajakan resmi ini. Tapi kelebihan lain dari ROCKSHOTS adalah kemampuan mereka membuat kompilasi-kompilasi mantap, sebagaimana sudah dilakoni Sang Induk, HINS.
   
Ada banyak kompilasi yang dikeluarkan ROCKSHOTS, seperti Rock in Memory, All Best Rock, Super Rock, Rock Review, dan salah satunya adalah The Complette of Rock.
   
Keunikan dari The Complette of Rock adalah kejelian ROCKSHOTS menggabungkan lagu-lagu rock lintas generasi. Jadi nggak heran, Beatles yang sudah padam awal 1970-an, bisa satu kaset dengan Quiet Riot atau Twisted Sister yang mulai tenar pada 1980-an.
   
Tentu saja demikian juga dengan lagu-lagunya. Sungguh terbentang luas bentangan waktunya, dengan nuansa yang campur aduk. Di Vol 4 misalnya, ada lagu Rock n Roll Music BEATLES dan Love Will Find Away YES. Rock n Roll Music tahun berapa, dan Love Will Find Away tahun berapa. Entahlah...
   
Keunikan lain album-album ini adalah, pemilihan grup dari berbagai genre, tapi pemilihan lagu yang tidak terlalu jauh perbedaan genrenya.
   
Ada GENESIS, KANSAS, RUSH, YES, STYX, dan PINK FLOYD yang mengarah progressive. Ada pula pengusung rock n roll seperti CCR, BEATLES, ROLLING STONES, dan STATUS QUO. Tak ketinggalan Southern Rock dari ZZ TOP dan glam rock semisal BON JOVI, TWISTED SISTER, EUROPE, BROKEN ENGLISH, dan MOTLEY CRUE. Ada pure rock seperti DEEP PURPLE, LED ZEPPELIN, hingga heavy metal IRON MAIDEN, JUDAS PRIEST, serta pop rock semacam TOTO, CHICAGO, SAGA, dan lainnya.
   
Bayangkan, nyaris semua genre rock terwakili dalam series ini. Tapi dengan pemilihan lagu dan susunan yang tepat, kita bisa menikmati semua seri dari The Complete of Rock dengan nyaman. Apalagi kalau ada Kopi Sidikalang. Mantaps....

Andaliman, si Kecil dengan Rasa Cetar Membahana

TAHUKAH Anda apa saja kandungan gizi pada andaliman? Jenis bumbu yang satu ini sangat populer digunakan untuk masakan tradisonal Batak.

Tumbuhan yang memiliki nama latin Zanthoxylum Acanthopodium ini adalah suku jeruk-jerukan, Rutaceae yang banyak tumbuh di daerah dataran tinggi Sumatera Utara.

Konon selain di Indonesia tanaman ini juga tumbuh di China, India dan Tibet.

Makanya kalau makan andaliman ini ekspresi yang diungkapkan adalah, “Bah, ditarik poank dilaku.” (Wow lidahku terasa ditarik).

Kandungan hydroxy-alpha-sanshool diteliti sebagai penyebab kelu dan getir pada lidah saat memakannya.
   
Dalam Bahasa Inggris, andaliman populer dengan sebutan Sichuan Pepper. Sedangkan Bahasa Mandarin ia dikenal sebagai hua-jia-o (harafiah: lada bunga). Orang Jepang mengenalnya sebagai sansho, sedangkan di Korea ia dikenal sebagai sanchonamu (Z Schinifolium) atau Chopinamu (Z Piperitum).
   
Ini dia kandungan nutrisi/gizi pada andaliman:
   
Banyaknya andaliman yang diteliti (Food Weight) = 100 gram.
Bagian andaliman yang dapat dikonsumsi (Bdd/Food Edible) = 100%.
   
Jumlah kandungan energi andaliman = 99 kkal.
Jumlah kandungan protein andaliman = 4,6 gram.
Jumlah kandungan lemak andaliman = 1 gram.
Jumlah kandungan karbohidrat andaliman = 18 gram.
Jumlah kandungan kalsium andaliman = 383 mg.
Jumlah kandungan fosfor andaliman = 107 mg.
Jumlah kandungan zat besi andaliman = 2,9 mg.
Jumlah kandungan vitamin A andaliman = 0 IU.
Jumlah kandungan vitamin B1 andaliman = 3 mg.
Jumlah kandungan vitamin C andaliman = 14,7 mg.

sumber: tobatabo

Selasa, 01 Mei 2018

Dakka Hutagalung si Komponis Jenius Musik Batak


BICARA musik Batak, tentunya tak bisa melupakan komponis Batak yang satu ini. Dan salah satu lagu ciptaannya adalah yang liriknya ada di bawah ini dan Anda pasti tahu judulnya:

'Naeng do ho sai hupasiding..., alai maniak ate ate.
Lam dao ahu laho manadinghon ho, lam ganda sitaonon.
Naeng do ho sai hulupahon..., siholhi so boi hutaon.
Nunga tung balga jala tung bagas, holong ni rohangku...'

Iya betul... Syair di atas adalah cuplikan dari salah satu lagu ciptaan Dakka Hutagalung berjudul 'Buni di Ate-Ate'. Lagu yang berisi ungkapan cinta sejati seseorang kepada kekasihnya, walau tak pernah ketemu. Kedalaman makna dari syairnya bisalah disamakan dengan 'Love of My Life'-nya Queen. Lagu yang sangat menyentuh hati. Lagu yang sangat populer, bahkan melintasi generasi.
  
Dalam sebuah acara bertajuk Konser Musik Batak Fiesta, di TD Pardede Hall, beberapa waktu lalu, Dakka Hutagalung membawakan langsung lagu ciptaannya ini dan ribuan 'audiens' yang memadati gedung, langsung terhipnotis. Seakan membentuk paduan suara raksasa, semua mengikuti lagi itu dari awal hingga akhir.

Suatu hal yang menakjubkan, menilik para penonton konser adalah kebanyakan kawula muda, bahkan mungkin ada yang belum lahir ketika lagi itu dicitakan.
  
Tapi itulah kehebatan seorang Dakka. Karyanya ratusan, punya ciri khas, menyentuh banyak warna musik, dan rata-rata populer, bahkan hingga lintas generasi. Siapa yang tidak kenal lagu 'Di Dia Rongkap Hi', 'Anakkonku', 'Inang', 'Buni di Ate-Ate', dan ratusan lainnya?

DIBANDINGKAN DENGAN NAHUM

Nama dan karya Dakka Hutagalung tidak dapat lagi disebut biasa saja. Sehingga tidak salah, kalau banyak orang yang menyebut, bahwa Dakka adalah seorang legenda dan tidak hanya di lingkup musik Batak Toba saja, tapi bahkan nasional, karena karyanya juga banyak diminati orang-orang di luar Suku Batak.

Bahkan banyak juga yang berpendapat, setelah Nahum Situmorang, maka Dakka Hutagalung adalah yang selanjutnya. Penilaian yang menurut penulis sah-sah saja, walau pun kalau melihat selera, barangkali, bahkan ada yang menempatkan Dakka yang terbaik, termasuk penulis sendiri.
  
Namun, semua kecemerlangan lagu-lagu Dakka di pasaran komersil, seakan berbanding terbalik dengan nasibnya sehari-hari. Melihat lagu-lagu ciptaannya yang begitu merakyat, barangkali sulit percaya, kalau Dakka Hutagalung sempat masih mengontrak rumah untuk tempat tinggalnya. Ironis dengan ratusan lagunya yang masih selalu dinyanyikan orang mulai acara pesta, di cafe, karaoke, dan lainnya.
  
Melihat kondisi itulah, maka beberapa tahun lalu, Komunitas Pecinta Musik Daerah pernah menggagas sebuah pagelaran yang didedikasikan untuk Dakka Hutagalung, dengan menggelar Konser Musik Batak Fiesta (Dakka Hutagalung and Friends), di TD Pardede Hall.

"Dakka Hutagalung adalah legenda hidup. Dakka adalah seniman yang lagunya selalu mengikuti zaman. Seniman seperti ini harus kita beri tempat untuk terus dikenang oleh masyarakat. Maka pantas kita berbuat sesuatu kepada dia," kata Rekson Silaban, salah seorang penggagas, mengenai konser tersebut.
  
APLAUS KARENA DAKKA

Dan sebagaimana penulis katakan di atas, Dakka Hutagalung memang pantas mendapatkannya. Semua penyanyi yang ditampilkan untuk mendukung acara ketika itu, mulai dari Amigos Band, Tongam Sirait, Maria Calista (Maria Mammamia), Putri Silitonga, Style Voice, Marsada Band, serta Marsius Sitohang yang mengusung 'uning-uningan', memang mendapat sambutan penuh dari pengunjung.

Tapi, tanpa mengecilkan kualitas para penyanyi yang memang rata-rata mumpuni, penulis yakin, bahwa sambutan itu lebih pada lagu-lagu Dakka yang mereka nyanyikan. Faktanya, seluruh lagu Dakka yang dibawakan para penyanyi itu, diikuti oleh seluruh penonton yang datang. Dan memang sampai sekarang pun, lagu-lagu ciptaan Dakka tetap eksis di antara musik Batak terbaru yang terus bermunculan.
  
Satu hal menarik lainnya dari konser ketika itu adalah, penampilan Dakka Hutagalung sendiri, di antaranya dengan membawakan lagi 'Buni di Ate-Ate'. Meski sudah tidak muda lagi, ternyata vokalnya masih patut diperhitungkan, bahkan penulis nilai lebih baik dan bertenaga, dibandin dengan penyanyi-penyanyi muda yang saat ini masih eksis. Makin komplitlah kemampuan Dakka. Piawai menciptakan lagu dan punya vokal yang tidak sembarangan pula.
  
MASA DEPAN MUSIK BATAK

Melihat kisah Dakka Hutagalung, dan juga cerita nyaris serupa lainnya di seputaran artis dan penyanyi Batak, penulis berharap agar seluruh putra/putri Batak yang sudah sukses lebih memperhatikan perkembangan Musik Batak, termasuk para artis maupun para pencipta lagu, yang keadaannya tak begitu seberuntung lagu-lagu ciptaannya.

Penulis sendiri berharap, agar figur-figur yang merasa perduli dengan Musik Batak termasuk royalti-royaltinya, agar lebih getol memperjuangkan nasib mereka. Kalau tidak, maka mungkin, musik Batak tinggal kenangan saja. Sungguh ironis, saat kita sedang menghibur diri dengan mendengarkan lagu-lagu mereka, pada saat bersamaan, para artis maupun pencipta lagu itu malah sedang kesulitan untuk sekedar mencari tempat berlindung.

'Bereng ma di son buni di ate-atehon, husimpan dope goarmu.
Bereng ma di son peak di pusu-pusuhon, husimpan dope gambarmu.
Ndang tarbahen ahu hape, mangalaupahon ho...
Ndang tarbahen ahu..., ndang tarbahen ahu...
Laho pasidinghon ho...'

KPK Dianggap Lemah, Polri Didukung Bentuk Densus Anti Korupsi


DIREKTUR Eksekutif Goverment Again and Discrimination (GACD) Andar Situmorang menilai bahwa Bangsa Indonesia terlalu rajin membuat instansi pemberantasan korupsi atau penegak hukum tapi semuanya hanya 'macan ompong'.

Dalam catatan GACD, setidaknya ada 10 lembaga yang selama ini telah dibentuk, yakni: Panitia Rotreling Aparat Penegak Hukum atau Parang, Operasi Budhi, Komando Tertinggi Retroling Aparat Revolusi, dan Tim Pemberantasan Korupsi.

Belum lagi Pamkop Kantip dengan Opstifnya, Komisi Pengawas Kekayaan Penyelenggaraan Negara, Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Ombudsman, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta oleh Susilo Bambang Yudhoyono dibentuk Timtas Tipikor.

Soroti Rekrutmen KPK

Andar pun menyoroti khusus terkait KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), terutama sistim rekrutmennya. Proses untuk menempati posisi-posisi di komisi tersebut, menurut Andar, tidak sesulit menjadi anggota Polri yang dididik berjenjang.

“Kalau Polri sudah dididik berjenjang untuk menegakkan hukum. Sementara untuk menjadi KPK misalnya, sekolahnya hanya menjalani fit and propper test di DPR RI. Bahkan yang terakhirk dipilih oleh srikandi wanita,” papar Andar.
  
Untuk itu, secara tegas Andar menyatakan dukungannya, agar Kapolri segera membentuk badan khusus dan bersifat permanen. “Karena semua lembaga tadi termasuk KPK, hanya bersifat sementara dan tidak akan mampu menghadapi korupsi di Indonesia,” tegasnya.
  
Andar mengaku sangat mendukung Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang pernah berencana membentuk Densus Anti Korupsi, yang nantinya akan melakukan kegiatan pemberantasan korupsi seperti layaknya KPK.
  
Andar meyakini bahwa Densus Anti korupsi bentukan Polri akan lebih tajam 'gigitannya' dibandingkan KPK. “Akan lebih dahsyat ini. Jadi bukan hanya KPK yang bisa menggigit kasus-kasus kakap,” pungkasnya.

KPK tak Mampu

Sebelumnya, Andar M Situmorang SH bahkan minta KPK dibubarkan. Dia menganggap bahwa keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi tidak akan mampu berperan maksimal dalam upaya pemberantasan korupsi yang sudah mewabah di Indonesia.

“KPK tidak bisa dijadikan harapan untuk melakukan pemberantasan korupsi yang sudah sangat parah. Oleh karena itu hanya ada satu kata, bubarkan KPK segera!” seru Andar Situmorang.

Pengacara ini punya alasan kuat terkait ucapannya itu, salah satunya adalah, bahwa KPK itu bukanlah badan permanen seperti lembaga lainnya, contoh BNN (Badan Narkotika Nasional) misalnya.

“Itu kan hanya lembaga ad hoc, yang pembentukannya hanya sementara. Bagaimana mungkin sebuah lembaga yang tidak permanen diharapkan memberantas korupsi? Itu tidak mungkin,” tandasnya.

“Itu hanya sebuah komisi. Serupa dengan Komnas HAM, Kontras, dan lainnya. Bukannya masalah lain tidak penting, seperti masalah hak azasi dan lainnya. Tapi kita sudah sepakat, bahwa korupsi di negara kita sudah sangat parah, sehingga bahkan sampai mengganggu hak azasi orang lain. Sehingga dengan korupsi yang sudah sangat mewabah ini, maka yang kita butuhkan adalah sebuah lembaga permanen,” sambungnya.

Sarat Politis

Alasan lainnya, menurut Andar, adalah proses perekrutan untuk duduk sebagai komisioner di KPK, yang dalam penilaiannya, sangat tidak memadai untuk dijadikan sebagai tata cara rekrutmen bagi sebuah lembaga yang diberi tugas sangat penting.

“Coba kita pikirkan dan renungkan. Untuk sebuah lembaga yang dtugaskan memberantas korupsi, para komisionernya lolos hanya melalui fit and propper test yang dilakukan lembaga yang sarat kepentingan, yang orang-orangnya juga kita tidak tahu sebelumnya, punya pekerjaan apa dan apakah ada masalah. Lalu, lembaga pemberantasan korupsi yang seperti apa yang bisa kita harapkan kalau komisionernya lahir melalui proses politis?” tanyanya.

Permanenkan KPK

Lalu apakah solusi untuk pemberantasan korupsi kalau KPK dibubarkan?

Dengan gamblang Andar menyebut ada dua opsi, salah satunya, mempermanenkan KPK menjadi sebuah badan yang tidak mungkin dibubarkan dan mengubah pola rekrutmen bagi calon komisionernya.

“Dengan menjadi sebuah badan dan langsung di bawah garis komando presiden, sebagaimana badan lainnya, maka posisi lembaga pemberantasan korupsi itu akan semakin kuat, karena tak perlu lagi DPR RI untuk pemilihan para komisionernya. Keberadaannya pun bisa sampai daerah seperti BNN kabupaten/kota, bukan lagi seperti selama ini, hanya sebagai komisi dan hanya ada di pusat,” tandasnya.

Lalu opsi lainnya, kata Andar adalah, memperkuat Bareskrim Polri, bila perlu mengubahnya menjadi sebuah badan independen, sebagaimana BNN (Badan Narkotika Nasional).

“Bareskrim bisa dijadikan menjadi sebuah badan tersendiri yang langsung juga di bawah komando presiden. Sebagaimana BNN, isinya tentu orang-orang dari kepolisian yang sudah lebih menguasai selak-beluk penyidikan dan lebih berpengalaman dengan sistem jenjang karir yang jelas. Bukan seperti KPK sekarang yang rapuh, karena komisionernya juga bukan orang pengalaman di penyidikan,” tutupnya.

sumber: topmetro.news

Belajar Menghadapi Malam Pertama Bersama Gowok


KETIKA baru pertama kali datang ke Indonesia, Indonesianis sohor Ben Anderson berkenalan dengan banyak mahasiswa yang kuliah di Jakarta. Salah satu dari mereka adalah pemuda asal Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Soal pemuda ini, Ben berhasil mengorek bahwa keluarganya adalah pendukung PKI sejak 1926.

“Ya, bapak saya selalu pilih PKI dan kakek saya PKI tulen, ditangkap waktu pemberontakan tahun 1926-27. Buat gua, PKI adalah garis leluhur,” kata si mahasiswa asal Bagelen ini kepada Ben.

Karena di mata Ben pemuda Bagelen terpelajar ini cukup nakal—suka minum bir dan menggoda gadis-gadis—maka di hari lain, Ben iseng bertanya soal seks.

“Pengalaman pertama dengan cewek bagaimana?” tanya Ben.

Ternyata, ada ada adat yang rada unik di desa si pemuda Bagelen ini. Tanpa ragu, si pemuda ini bercerita: di desanya ada seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun, tak pernah kawin, hidup tanpa famili, dan sangat dihormati tokoh-tokoh desa. Tugas wanita itu adalah mengajarkan seks bagi anak-anak muda. Saat pemuda Bagelen ini berumur 15 tahun, ia dibawa ke rumah perempuan itu. Ia disuruh tidur di sana selama satu malam dengan si perempuan.

“Sukses,” kata si pemuda Bagelen ini, walau awalnya gugup.

Saat bercerita, Ben lupa menyebutkan bahwa perempuan yang mengajari soal seksualitas pada si pemuda itu punya sebutan. Mereka biasanya disebut gowok.

Kisah sang pemuda Bagelen itu mirip dengan cerita dalam novel berlatar tahun 1950an: Nyai Gowok (2014) karya Budi Sardjono. Dalam karya fiksinya ini, Budi bercerita tentang Bagus Sasongko yang dititipkan pada Nyai Lindri, seorang gowok yang aslinya bernama Goo Hwang Lin.

Goo Hwang Lin ini adalah keturunan dari Goo Wok Niang, yang dibawa oleh Laksamana Cheng Ho ke Jawa. Goo Wok Niang digambarkannya sebagai pembawa tradisi gowok asal Tiongkok ke Jawa. Menurut Budi dalam novelnya, kata gowok dipakai untuk mengenang Goo Wok Niang.

Setidaknya, sudah ratusan tahun tradisi nan tabu ini hadir di Jawa. Jauh sebelum Budi Sardjono, menurut catatan buku Sastera Melayu dan Tradisi Kosmopolitan (1987), “Pada tahun 1936, Liem Khing Hoo menulis sebuah novel etnografis lagi yang berjudul Gowok dan yang cukup menghebohkan.”

Terlepas dari rekonstruksi imajiner Budi Sardjono dan Liem Khing Hoo, Ahmad Tohari dalam novel legendarisnya juga menyinggung dunia gowok. Isinya tak jauh beda dengan yang digambarkan Budi Sardjono. Menurut Ahmad Tohari, Gowok digambarkan sebagai perempuan yang disewa oleh untuk mengajarkan banyak hal tentang kehidupan bagi seorang bujangan yang hendak menikah.

“Gowok adalah seorang perempuan yang disewa oleh seorang ayah bagi anak lelakinya yang sudah menginjak dewasa. Dan menjelang kawin.....Seorang gowok akan memberi pelajaran kepada anak laki-laki itu banyak hal perikehidupan berumah-tangga. Dari keperluan dapur sampai bagaimana memperlakukan seorang istri secara baik. Misalnya bagaimana mengajak istri kondangan dan sebagainya. Selama menjadi gowok dia tinggal hanya berdua dengan anak laki-laki tersebut dengan dapur terpisah,” kata Ahmad Tohari dalam Ronggeng Dukuh Paruk (1982).

“Masa pergowokan biasanya berlangsung hanya beberapa hari, paling lama satu minggu. Satu hal yang tidak perlu diterangkan tetapi harus diketahui oleh semua orang adalah hal yang menyangkut tugas inti seorang gowok. Yaitu mempersiapkan seorang perjaka agar tidak mendapat malu pada malam pengantin baru,” tulis Tohari.

Novel Ronggeng Dukuh Paruk berlatar di daerah Banyumas. Kabupaten ini tak terlalu jauh dari daerah Bagelen (Purworejo) dan Temanggung, tempat asal kawan Ben dan kampung Bagus Sasongko.

Iman Budhi Santosa, penulis lain, punya definisi dan gambaran yang mirip dengan Tohari dan Sardjono. Dalam bukunya Kisah Polah Tingkah: Potret Gaya Hidup Transformatif (2001), Iman menyebut bahwa gowok punya peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat di masa lalu.

“Begitu lamaran dari calon pengantin pria diterima dan hari pernikahan ditentukan, kedua keluarga harus bersepakat memilih gowok untuk calon pengantin pria tersebut... Setelah persetujuan tercapai, keluarga calon pengantin pria menghubungi gowok yang bersangkutan... Selanjutnya calon pengantin pria diserahkan kepada gowok (tinggal di rumah gowok) untuk mendapatkan pelajaran teori maupun praktik perihal seluk-beluk hubungan suami-istri. Diharapkan apa yang diperoleh dan dipraktikkan gowok tersebut dapat dikuasai dengan baik (mahir) supaya nantinya dapat mengajari istrinya.”

Dulu, menurut Iman, memang terdapat profesi gowok di Banyumas. Gowok berperan sebagai pemberi pelajaran dan praktik hubungan seks kepada calon pengantin pria. Mereka biasanya adalah wanita dewasa yang berusia 23-30 tahun. Sebelum perkawinan yang dianggap sakral, wajib hukumnya seorang laki-laki untuk belajar bagaimana menafkahi batin istri. Bekerja banting tulang untuk kebutuhan materi belum dianggap cukup sebagai persiapan berumah-tangga.

Penekanan soal ini juga ada di bagian-bagian akhir novel Nyai Gowok. Misalnya saat Nyai Lindri berpesan kepada Bagus Sasongko: “Saya akan senang jika kelak mendengar Mas Bagus bisa membahagiakan istrimu lahir batin...”

sumber: tirto.id

Menyoal Istilah Samosir Kepingan Surga

SAYA tergelitik dengan sebuah ucapan bernada protes dalam sebuah grup WA. Seseorang di grup WA parSamosir itu minta agar jangan lagi men...