MUNGKIN masih segar dalam ingatan kita, beberapa kasus ‘affair’ dalam dunia selebritis. Ada artis yang selingkuh dengan pengusaha asal luar negeri, sebelum akhirnya mereka resmi menikah. Ada selingkuh sesama artis, kawin cerai, dan lainnya.
Melalui tayangan yang berkali-kali disiarkan berbagai stasion televisi lewat program ‘infotaintment’-nya saat itu, hampir seluruh khalayak sudah tahu, apa gerangan yang terjadi. Apakah ada perselingkuhan dan pengkhianatan atas sebuah perkawinan di kalangan artis-artis terlibat 'affair' itu, mungkin semua bisa merasakan.
Namun betapa miris hati saat dalam berbagai kesempatan di televisi, para artis yang jelas-jelas sudah berkhianat dengan pasangannya itu, dengan rasa enteng berkata, bahwa semua yang dialaminya itu adalah skenario dari Tuhan. Lalu ‘host’ televisi yang bersangkutan, dengan ‘lantam’ berkata, “Semoga (menyebut nama arti dimaksud) tabah dengan cobaan yang dialaminya.”
Amang oi!!
Skenario Tuhan?
Percobaan? Percobaan apanya. Siapa yang mencobai.
Kalau begitu kenyataannya, betapa tak tahu diri benar Tuhan itu, mengaku Maha Tahu, tapi skenarionya rendahan gitu. Membikin skenario yang begitu konyol terhadap ciptaannya. Masa Tuhan yang katanya Maha Tahu itu, tidak mengetahui bahwa si pengusaha itu mkisalnya, sudah punya istri, sehingga tega-teganya membuat skenario yang mempertemukannya dengan sang artis dan selanjutnya pacaran? Itu pun belum lagi dengan sesuatu yang ‘terasa tapi tak kelihatan’, apakah si artis cantik itu sudah pacaran atau belum, saat dia masih berstatus istri rekannya sesama artis.
Dan kata mereka, itu adalah cobaan danmungkin skenario dari Tuhan.
Lalu ingatlah ketika seorang artis cantik lainnya terjerat kasus narkoba lalu dipenjara dan kemudian diperparah dengan hamil tanpa jelas siapa yang berbuat. Kasarnya, hamil di luar nikah. Lalu simak apa kata artis itu dan ibunya dalam beberapa kesempatan di media elektronik. Mereka dengan wajah sedih selalu mengatakan, itu adalah cobaan dan jalan yang sudah digariskan Tuhan untuk dijalani.
Lagi-lagi Tuhan ternyata kejam.
Masa ada orang yang digariskan untuk bergaul bebas sampai terjerumus narkoba, lalu hamil dan melahirkan di luar nikah. Konyolnya, selain, menyudutkan posisi Tuhan sebagai orang yang bertanggungjawab atas kekurangajaran para artis itu, para selebritis itu malah dikesankan sebagai pahlawan.
Si artis yang melahirkan di luar nikah malah dipuja-puji sebagai wanita tegar yang mampu menghidupi sendiri bayinya. Hal yang tentu tidak akan didapatnya, kalau dia bukan seorang artis. Demikian pula dengan pria yang akhirnya mengakui anak itu sebagai 'buah kelakuannya', malah dicap sebagai pria sejati yang dengan jantan mengakui perbuatannya.
Masih banyak kasus, khususnya di kalangan selebritis, yang sebenarnya tidak patut untuk ditiru. Bahkan seharusnya pun tidak perlu disiarkan. Tapi atas nama hiburan, contoh-contoh buruk ini terus muncul setiap saat di layar kaca.
Lalu dari hari ke hari, baik oleh ucapan-ucapan sang selebritis yang bermasalah, maupun yang 'ditambah-tambahi' pembawa acara ‘infotaintment’ tersebut, posisi Tuhan pun makin jadi pecundang dan setan jadi pahlawan. Setiap jalan sesat yang dilakoni artis itu nyaris selalu disebut sebagai cobaan dari Tuhan dan si artis yang sebenarnya setan itu jadi pahlawan.
Pun dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin tanpa sadar kita sering mendiskreditkan Tuhan dengan keluhan-keluhan dan ucapan-ucapan kita. Penulis jadi teringat kata seorang pemuka agama. Kita boleh meminta dan Tuhan akan mengabulkan yang terbaik bagi kita. Tapi sebagai mahluk yang paling mulia dan berbudi, manusia diberi kebebasan untuk melakukan apa saja yang dirasa menyenangkan hidupnya, bahkan bila perlu melupakanNya. Tapi janganlah dengan enteng kita selalu mengatakan Tuhan di balik semua yang kita hadapi.
Ibarat kita berdoa supaya umur kita dipanjangkan, sembari kita melompat dengan kepala ke bawah dari puncak gedung tinggi, lalu mati dengan kepala pecah. Lantas, apakah kemudian Tuhan bersalah dalam masalah ini?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar