Minggu, 19 Agustus 2018

Menyoal Istilah Samosir Kepingan Surga


SAYA tergelitik dengan sebuah ucapan bernada protes dalam sebuah grup WA. Seseorang di grup WA parSamosir itu minta agar jangan lagi menggunakan istilah 'kepingan surga'. "Tak pernah ada surga berkeing-keping. Dari kamus mana pun itu," tulisnya.

Tulisan ini kemudian ditanggapi member lain yang menyebut, dia pernah pun dengar, bahwa 'kepingan surga' itu identik dengan neraka. "Tolong bagi yang ahli bahasa diberi penjelasan, apakah istilah 'kepingan surga' tepat untuk Pulau Samosir," tanyanya.

Member ini pun kemudian malah membandingkan Samosir seperti surga. "Hidup Samosir, negeri indah bagaikan surga," tulis dia.

Yang lain menyebut, jangan menyederhanakan makna surga. "Surga tempat suci. Penjara Samosir masih penuh. Belakangan ini oknum KPU Kabupaten Samosir membuat bertambah," sebutnya.

Siapa Bilang Surga Berkeping-keping?

Kadang kita memang terlalu polos mengartikan sebuah perumpamaan. Menurut penulis, kalau dikatakan Samosir adalah kepingan surga, bukan berarti mau bilang bahwa surga itu berkeping-keping, atau punya kepingan. Mungkin kita semua sudah pernah mendengar istilah 'belahan jiwaku' untuk orang yang disayang. Apakah jiwa kita memang terbelah-belah?

Orang beragama sangat meyakini, bahwa surga itu adalah tempat yang sangat maha indah. Sehingga kemudian muncul istilah 'kepingan surga' untuk Pulau Samosir, adalah semata-mata bentuk pujian kepada alam indah ciptaan Tuhan itu.

Menurut penulis, yang pertama mencetuskan istilah itu bisa jadi adalah orang taat agama, sehingga membuat ungkapan itu. Namun dia tidak berani menyamakannya dalam sebuah perbandingan, sehingga hanya menyebut kepingan.

Bahkan penulis melihat ungkapan itu dari sudut sebaliknya, yaitu menggambarkan ilusi manusia, betapa tak terukurnya keindahan surga itu. Coba kita bayangkan, begitu indahnya Samosir, tetapi hanya dikatakan sebatas 'kepingan surga' saja.

Yang bermakna, bahwa surga jauh lebih indah. Sehingga Samosir itu hanya ibarat kepingannya saja.

Dan tentu saja penulis menjadi tidak setuju, kalau surga malah disamakan dengan Pulau Samosir seperti disebut di atas, "Negeri indah bagaikan surga." Apa iya, hanya seperti Samosir saja surga itu?

Soal tanggapan yang sampai pada isi penjara, menurut saya, jelas itu sudah lari dari konteks.

Sebagaimana diketahui, istilah 'kepingin surga' berasal dari turis yang pernah ke Samosir. Lalu melihat keindahan alam Pulau Samosir, turis tersebut pun berucap kagum, bahwa keindahan alam Samosir bagaikan 'kepingan surga'.

Artinya, istilah kepingan surga itu adalah berbicara soal keindahan alam, bukan manusia atau pemerintahannya. Ini murni pujian kepada alamnya.

Sehingga saya menilai, menjadi terlalu dangkal segala pemikiran yang memprotes istilah 'kepingan surga'. Malah menurut saya seperti disebut di atas, istilah Samosir 'kepingan surga' itu adalah bentuk imajinasi lain yang menyebut bahwa keindahan surga itu tidak terukur. Sekaligus juga pujian atas keindahan alam Samosir, walau, tentu saja, sangat jauh bila dibandingkan dengan bayangan kita atas surga.

Apakah Menista Agama?

Lalu, kalau ada kemudian yang sampai pada pemikiran soal penistaan, dikaitkan dengan Agama Kristen yang kebetulan sangat mayoritas di Pulau Samosir, malah lebih heboh lagi.

Itu jelas-jelas adalah sebuah perumpamaan. Dan yang saya tahu, Tuhan Yesus juga selalu menggunakan perumpamaan. Salah satu perumpamaan itu adalah yang mengatakan bahwa lebih mudah onta masuk lubang jarum dari pada orang kaya masuk surga. Apakah mungkin onta masuk lobang jarum? Tidak mungkin bukan? Tapi itulah perumpamaannya, yang menggambarkan betapa sulit.

Serupa dengan perumpamaan kepingan surga. Sekali lagi, bukan mau bilang surga punya kepingan. Tapi itulah gambaran dari indahnya Pulau Samosir dan Danau Toba.

Kalau kemudian kita hubungkan ke agama, malah secara manusiawi itu menjadi motivasi orang berbuat baik. Samosir yang begitu indah hanya dianggap kepingan, bagaimana pula aslinya. Sekali lagi, ini kita bahas keindahan, bukan manusia atau pemerintahnya.

Alangkah baiknya kalau kita berpikir positif menanggapi istilah kepingan surga. Jangan menjadi ada anggapan pelecehan surga pula.

Dan penulis sangat setuju dengan pendapat yang mengatakan, bahwa keindahan Samosir adalah hadiah dari Tuhan. Kalau diimaginasikan, Tuhan meletakkan kepingan surga itu menjadi wilayah Samosir dan Danau Toba. Tinggal kita yang berpikir untuk bagaimana menjaganya.

Jadi, dari pada mempersoalkan istilah 'kepingan surga', lebih baik rasanya kita mempertanyakan, kenapa ungkapan itu hanya untuk Pulau Samosir, bukan Kawasan Danau Toba. (***)

Senin, 16 Juli 2018

Apa Faedahnya Laga Perebutan Tempat Ketiga di Piala Dunia?

APA faedahnya laga perebutan tempat ketiga dalam sebuah Piala Dunia?

FIFA, sih, mengadakannya hanya untuk memperpendek gap di antara laga semifinal dan final. Biasanya, laga semifinal dan final itu berjarak empat atau lima hari. Nah, agar penonton tak terlalu lama menunggu, maka diadakanlah laga perebutan tempat ketiga sebagai sebuah partai hiburan.

Iya, hiburan. Dua tim yang dalam satu bulan terakhir sudah bercucur peluh, berjuang untuk menjadi yang terbaik di dunia--tetapi gagal di semifinal--masih harus berlaga sekali lagi. Dalam laga hiburan, dalam laga yang tak menentukan, dalam laga yang menang-kalah tak ada artinya.

Ini seperti Anda baru saja diputusin pacar di bulan-bulan menjelang pernikahan, tapi dua hari setelahnya Anda ditelepon dan diajak menemaninya pergi ke salon. Sakitnya belum hilang, malah diajak bertemu dan melakukan hal yang tak ada faedahnya untuk Anda. Capek doang.

Scott Murray, dalam kolomnya di The Guardian, menulis bahwa laga perebutan tempat ketiga itu adalah pertandingan yang tak diinginkan pemain, tak dikontrol para pelatih, dan hanya ditonton beberapa profesional saja. Tak ada yang benar-benar peduli dengan laga itu.

Louis van Gaal, pelatih Belanda pada Piala Dunia 2014 silam, pernah berujar bahwa laga perebutan tempat ketiga di Piala Dunia seharusnya tak pernah diadakan. Menurutnya, laga itu tak adil bagi kedua tim yang berlaga karena mereka dituntut bertanding dengan waktu recovery yang mepet. Padahal laga juga tak penting.

"Yang terburuk dari laga itu, saya yakin, adalah kemungkinan Anda kalah dua kali berturut-turut di turnamen di mana Anda bermain dengan sangat baik. Anda kemudian pulang sebagai pecundang karena kemungkinan Anda kalah dalam dua pertandingan terakhir," kata Van Gaal kala itu seperti dilansir Bleacher Report.

"Laga ini tidak ada hubungannya dengan olahraga menurut saya. Tidak ada turnamen, tidak ada turnamen sepak bola, terutama di turnamen terakhir, yang menuntut pemain Anda untuk berlaga di perebutan tempat ketiga. Hanya ada satu hadiah dan satu penghargaan yang tak ternilai dan itu adalah jadi juara," imbuh dia.

Yang unik, meski berkata demikian, Van Gaal berhasil membawa Belanda memenangi laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2014. Kala itu mereka mengalahkan Brasil sang tuan rumah dengan skor 3-0. Ini bisa dimaklumi bahwa Van Gaal tak ingin membawa anak asuhnya pulang dengan status pecundang.

Laga perebutan tempat ketiga memang terlalu sering dipertanyakan faedahnya, dikritik fungsinya. Namun, FIFA masih tetap kekeh untuk melangsungkan laga tersebut dalam setiap edisi Piala Dunia. Mungkin keuntungan komersial yang mereka dapat dari laga ini terlalu besar untuk dilewatkan.

FIFA sendiri sudah menghadirkan laga perebutan tempat ketiga di Piala Dunia ini sejak edisi kedua yakni 1934. Jerman dan Austria kala itu yang berlaga untuk pertama kali dan negara yang disebut pertama itu berhasil jadi pemenang dengan skor 3-2. Setelahnya, ritual perebutan tempat ketiga terus hadir tanpa permisi.

Laga tersebut kemudian dimanfaatkan dengan beberapa hal oleh tim-tim yang berlaga. Ada yang menjadikan laga tersebut untuk memberikan kesempatan bermain kepada para pemain yang sejak fase grup hingga semifinal tak mendapat menit yang banyak.

Ada juga yang menjadikan laga tersebut sebagai laga perpisahan untuk para legenda mereka. Jerman pernah melakukannya untuk Oliver Kahn yang pensiun setelah Piala Dunia 2006. Ada pula yang seperti Van Gaal tadi, menjalani laga hanya untuk tak pulang sebagai pecundang.

Negara-negara seperti Kroasia pada edisi 1998, Swedia pada 1994, hingga Turki di 2002 menjadikan laga tersebut sebagai penegasan dan klimaks dari status kuda hitam sepanjang turnamen. Setidaknya, mereka bisa pulang dengan kepala yang lebih tegak dibanding jika hanya kalah di semifinal saja.

Bagi orang banyak, laga itu masih akan menimbulkan pertanyaan yang sama: Apa, sih, faedahnya?

sumber: kumparan.com

Rabu, 11 Juli 2018

Akhir Tidur 'Pak Pos' yang Dibangunkan Zaman

KETIKA era digital datang, nasib bisnis pos langsung berbalik 180 derajat. Mereka harus mati-matian memutar strategi bisnis agar tak mati digerus kemajuan teknologi. Tak terkecuali perusahaan pos dari negara adidaya Amerika Serikat (AS), United States Postal Service (USPS). Kinerja mereka terus memburuk mulai 2006. Sejak saat itu, kerugian terus mendera USPS. Pada 2014, kerugiannya mencapai 5,5 miliar dolar.

Nasib lebih baik dialami perusahaan pos Jepang dengan bendera Japan Post Group. Pada 2015, Japan Post Holdings bahkan masuk dalam daftar Fortune 500 di peringkat 38. Perusahaan mampu mencetak pendapatan hingga 129,7 miliar dolar dan laba 4,39 miliar dolar. Kinerja itu memang menunjukkan penurunan, tetapi mereka terus merevitalisasi bisnisnya. Mereka bertekad menjadi pemimpin utama dalam industri logistik global. Diversifikasi adalah kata kuncinya.

Bagaimana dengan PT Pos Indonesia? Periode 2000-2008 merupakan masa paling suram dari bisnis PT Pos Indonesia. Bisnis surat pos pada periode itu menurun drastis. Maraknya layanan pesan singkat (SMS) melalui ponsel dan internet telah menggantikan peran “Pak Pos”.

Jumlah lokasi layanan mereka yang tersebar 24.000 titik lebih dari Sabang-Merauke membuat PT Pos layak disebut sebagai sang “raksasa”. Namun, semua itu tidak banyak membantu. Sebagai “raksasa”, BUMN ini malah kerap didera kerugian. Pada periode kritis ini mereka merugi setiap tahun. PT Pos seolah sedang '”tidur” dan sempat diramalkan mengikuti jejak suramnya USPS yang masih bergantung pada bisnis inti pengiriman paket dan surat.

Namun, kenyataan berbalik. PT Pos Indonesia dengan ciri khas warna orange masih terbukti mampu bertahan. Pada 2009, PT Pos mulai meraup untung. Ini merupakan titik balik BUMN pos yang sedang diuji zaman. “Pak Pos” yang sempat berteduh karena “badai” pun siap melanjutkan misinya.

Bangunnya Pak Pos

Perjalanan PT Pos menghadapi perubahan zaman hampir sama dengan negara-negara lainnya. Semenjak berubah dari Perum menjadi PT sejak 1995, PT Pos Indonesia “dilepas” oleh pemerintah untuk mengurus dirinya sendiri sejalan komitmen liberalisasi bidang logistik di kawasan ASEAN. Di saat bersamaan perubahan era digital terus bergulir dan masuknya pemain asing dan lokal di bisnis logistik. PT Pos masih belum berubah, mereka terseok-seok hingga terpuruk.

Gelombang keterpurukan PT Pos sudah terjadi sejak awal 2000. Marketeers.com menulis kerugian PT Pos pada periode 2004-2008 mencapai Rp 606,5 miliar. Kondisi PT Pos yang gagap dengan perubahan zaman, diperparah dengan budaya perusahaan yang memungkinkan terjadinya penyimpangan.

Kasus korupsi sempat mendera BUMN ini. Pertengahan 2008, Dirut PT Pos Hana Suryana harus lengser karena kasus korupsi ini terkait penyalahgunaan dana operasional dan dana non budget PT Pos wilayah IV Jakarta. Hana sempat mengurusi masalah itu pada periode 2003-2005.

Tahun 2008 dapat dikatakan sebagai titik nadir PT Pos. Nasib BUMN ini mulai berubah setelah adanya liberalisasi bisnis pos melalui hadirnya UU No 38 tahun 2009, tentang Pos. Sejak itu, PT Pos Indonesia mulai bangun dari tidurnya. Transformasi dilakukan PT Pos antara lain dengan membentuk holding company, revitalisasi bisnis inti, dan mengembangkan bisnis-bisnis baru.

Untuk diversifikasi usaha, PT Pos masuk ke bisnis ritel hingga properti, dan asuransi. Bisnis mereka melebar ke berbagai lini bisnis antara lain PT Pos Properti Indonesia sejak Desember 2013 yang melayani bisnis jasa pengelolaan dan penyewaan perkantoran hingga ruang MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Tentu saja bisnis layanan antar surat dan logistik, masih tetap dihadirkan melalui PT Pos Logistics Indonesia.

Ekspansi bisnis itu dilakukan tanpa bantuan penyertaan modal negara (PMN). Dahlan Iskan yang ketika itu menjabat Menteri BUMN, secara tegas menolak mentah-mentah suntikan PMN untuk PT Pos.

“Terserah saja mati ya mati, hidup ya hidup. Pemerintah tidak akan memberikan PMN kepada Pos Indonesia,” kata Dahlan 2013 lalu. Meski tanpa PMN, PT Pos tetap menjalankan strategi bisnisnya.

Rekrutmen Terbesar

Puncak momentum kebangkitan PT Pos terjadi saat menapaki tahun ini. Pada 1 Mei 2016, PT Pos menyampaikan kabar yang cukup mengejutkan. Mereka akan merekrut 5.000 lebih karyawan baru. Jumlah ini luar biasa, karena hampir 25 persen dari total pegawai PT Pos saat ini.

"Jumlah karyawan yang direkrut direncanakan lebih dari 5.000 orang, tergantung hasil tes akhir. Jumlah itu adalah perekrutan terbesar yang dilakukan PT Pos Indonesia selama ini," kata Direktur SDM dan Umum PT Pos Indonesia Febriyanto dikutip dari Antara.

Rekrutmen PT Pos ini juga merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah BUMN ini, di tengah kondisi ekonomi nasional sedang tidak menggembirakan. Mereka ingin memperkuat kompetensi bisnis di bidang kurir, logistik, ritel, dan jasa keuangan.

Upaya PT Pos memperluas jaringan bisnis mereka sudah sangat tepat daripada terlambat. Mereka tak mungkin lagi menggantungkan nasib bisnisnya dari layanan konvensional. Pada periode 2013-2014, pertumbuhan permintaan layanan surat sudah turun tajam hampir 20 persen dari 401,13 juta buah jadi 322,35 juta buah. Pengiriman paket juga mengalami penurunan hingga 20 persen lebih jadi 25,261 juta buah.

Senasib dengan paket dan surat, jasa pengiriman uang juga turun hampir 19 persen jadi 22 juta transaksi saja di 2014. Di sisi lain, layanan Pos Pay seperti Tabungan Batara juga Pembayaran PLN, PAM, hingga telepon justru tumbuh positif meski hanya 1,4 persen jadi 168,34 juta transaksi di tahun yang sama. Layanan jasa keuangan yang terus tumbuh semacam ini akan menjadi nyawa baru bagi “Pak Pos”.

Dengan pasar Indonesia yang sedemikian besar, PT Pos seharusnya bisa mengulang kesuksesan Japan Post Group . Hasil riset dan kajian konsultan internasional seperti Booz&Co dan Ernst&Young, mengungkapkan potensi bisnis PT Pos masih terbuka lebar. Hal ini diperkuat dengan kajian Management Research Center UI, yang mencatat ada tiga potensi PT Pos yaitu bisnis surat dan paket, bisnis logistik, dan bisnis jasa keuangan.

Mengejar Ketertinggalan
 
PT Pos juga mencoba mengambil pasar ekspedisi yang cukup besar. Belum lama ini, PT Pos mengambil langkah strategis dengan menggandeng salah satu pemain e-commerce terbesar di Indonesia, Lazada. Dalam kerja sama ini, PT Pos Indonesia mempermudah proses pengembalian barang bagi konsumen Lazada Indonesia. Konsumen cukup mengisi form retur online yang tersedia di situs Lazada, datang ke kantor pos dengan membawa barang yang akan diretur .

Hadirnya PT Pos sebagai mitra e-commerce yang belum lama ini mayoritas sahamnya dikuasai Alibaba, membuktikan BUMN tersebut dapat kepercayaan penuh. Selain Lazada, Zalora juga melakukan hal yang sama.

Empat tahun lalu, PT Pos juga mulai merintis layanan yang cukup visioner pada waktu itu. Pada 2012 mereka membuka layanan penjualan pempek online. Usaha ini di bawah unit bisnis Galeri Pos, yang merupakan pusat belanja online dengan format e-marketplace, yang menjual produk dari makanan, oleh-oleh, fashion hingga elektronika.

Strategi ini membuahkan hasil. PT Pos misalnya meraup keuntungan dari jasa pengiriman pempek mencapai Rp120 juta per bulan atau membukukan sekitar Rp2 miliar hingga akhir 2015 dari jualan pempek saja. Ini belum dihitung dari penjualan produk lainnya melalui toko online mereka.

Upaya berbenah PT Pos, mendapat sokongan dari para saudaranya di BUMN lintas bidang usaha. PT Pos menggandeng beberapa BUMN untuk memperkuat struktur bisnisnya. Belum lama ini, manajemen puncak PT Pos Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama sinergitas dengan lima BUMN untuk meningkatkan kinerja dan pengembangan bisnisnya. Penandatanganan kerja sama PT Pos Indonesia itu dengan lima kolega BUMN-nya, yaitu Bank Mandiri, PT Bio Farma, PT Kimia Farma, PT Telkom dan PT Pertamina.

"Kerja sama sinergitas ini akan memperkuat sektor usaha masing-masing, dan merupakan bagian dari transformasi yang dilakukan di semua lini," kata Direktur PT Pos Indonesia, Gilarsi W Setijono dikutip dari Antara.

Sinergi ini sebagai nafas baru bagi PT Pos, yang memiliki banyak layanan bidang jasa pengiriman, layanan keuangan, bisnis ritel dan memiliki jaringan kantor yang luas hingga ke pelosok negeri. Bank Mandiri akan mengelola kas PT Pos Indonesia seperti penyediaan likuiditas, penerimaan setoran dana, dan rekening Pos, fasilitas cash management serta layanan perbankan lainnya.

Sinergi dengan Pos Indonesia telah menghasilkan banyak pengembangan bisnis seperti pembentukan bank joint venture bersama dengan PT Taspen, juga menyediakan layanan keuangan bagi pegawai dan pensiunan PT Pos Indonesia. Dengan PT Telkom, ada kerja sama sinergitas itu akan memperkuat jaringan infrastruktur berbasis internet bagi setiap layanan PT Pos.

Dalam hal jasa keuangan, PT Pos juga menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk melayani pembayaran iuran wajib bulanan bagi peserta BPJS mandiri. Maklum saja, bila peluang ini tak diambil maka kue ini akan hanya dinikmati oleh toko-toko ritel minimarket yang juga sudah memberikan layanan sejenis.

Perusahaan Pos Jepang mampu bertahan dan terus berkembang karena dicintai dan dipercaya oleh masyarakatnya. Mereka juga tak tidur, dengan melakukan perluasan ke bisnis jasa keuangan dan sektor lainnya membawa mereka tetap hidup. Sementara itu, United States Postal Service (USPS) AS telat melakukan penyesuaian di tengah zaman yang terus berubah sehingga terus menanggung kerugian.

Kini, PT Pos sedang terus berbenah untuk mengantisipasi perubahan zaman. Perubahan ini merupakan rute yang sama yang sempat dilewati oleh perusahaan pos Jepang. Harapannya, PT Pos Indonesia tak hanya punya kesamaan logo warna dengan perusahaan pos Jepang, tetapi juga tapi bisa setara dalam hal kinerja dan dicintai masyarakat.

sumber: tirto.id

Minggu, 08 Juli 2018

Sapeur, Biar Miskin Yang Penting Gaya

SEORANG warga Brazzaville, Kongo, menyatakan keluhan dengan nada suara yang menyiratkan amarah. Ia merasa seperti budak di negara miskin. Dia kesal melihat orang-orang di sekitarnya harus susah payah untuk mendapatkan air bersih, padahal mereka tinggal di dekat Sungai Kongo. Keluhan pria ini tayang dalam The Congo Dandies, film dokumenter yang diproduksi oleh Russia Today (RT).

Keluhan yang sama sebetulnya dialami pula oleh para Sapeurs, sebutan bagi anggota komunitas La Sape, singkatan dari Société des ambianceurs et des personnes elegantes atau Society of Atmosphere-setters and Elegant People. Sebuah komunitas pecinta fesyen. Luzolo, Sapeurs yang bekerja sebagai penjual DVD mengaku tidak memiliki pasokan air di apartemennya. Tetapi ia punya baju Dolce & Gabbana. Seorang Sapeurs tidak peduli terhadap permasalahan ekonomi. Mereka hanya memedulikan satu hal: tampil gaya.

Para Sapeurs berjalan di kawasan kumuh Brazzaville mengenakan setelan jas warna warni, topi, sepatu kulit, kacamata hitam, dan payung. Mereka tampil layaknya pria kelas atas Eropa yang mengenakan busana dan aksesori dengan material dan potongan yang tepat. Setiap akhir pekan, para Sapeurs berkumpul di tepi jalan yang dipadati pedagang kaki lima. Di sana mereka saling memamerkan busana yang dikenakan. Warga yang bukan bagian dari La Sape menilai Sapeurs berpenampilan terbaik. Tidak ada hadiah bagi yang pakaiannya paling apik. Sapeurs cuma butuh pengakuan bahwa mereka keren.

Harga Busana Tiga Kali Lipat Gaji

Tampilan yang dianggap keren membuat nama mereka dielukkan di tempat umum. Ini terjadi pada Maxime Pivot, yang pernah menyandang predikat Sapeurs terbaik. Bila ia datang ke pasar, para pedagang menyorakkan namanya. Pivot bagai selebritas. Para pedagang menyalami dan berusaha memegangnya.

Hal serupa terjadi pula pada seorang lansia bernama Severin Muengo. Di jalan, ia kerap diikuti oleh anak-anak. Namanya kerap dipanggil-panggil. Pada RT ia berkata bangga bahwa hal itu membuat dirinya merasa sebagai orang terkaya dan membuatnya merasa seperti di surga.

Muengo bangga memamerkan karung-karung berisi dasi dan syal, serta puluhan setelan jas yang menggantung di empat sisi dinding ruang penyimpanan baju di rumahnya. Ia mengaku meminjam uang sekitar US$6.000 - US$8.000 untuk membeli baju bermerek.

Di Kongo, praktik ini telah berlangsung sejak akhir tahun 1980-an. Dalam naskah yang terbit pada tahun 1988, New York Times menulis bahwa harga busana Sapeurs rata-rata tiga kali lipat lebih besar dari penghasilan bulanan mereka. Untuk Sapeurs yang tidak mampu membeli busana, tersedia jasa penyewaan baju. Bagi yang punya uang, baju bisa dibeli di sebuah toko yang menjual barang bermerek asal Paris seperti Yves Saint Laurent dan Yohji Yamamoto. Toko dimiliki oleh seorang Sapeurs yang kerap datang ke Paris untuk memborong busana guna dijual kembali.

Mereka pantang mengenakan busana tiruan karena jenis busana itu dianggap sebagai penghinaan dan tidak dibenarkan. Sapeurs di Kongo punya prinsip sapologie. Aljazeera menulis bahwa sapologie ialah ajaran agar Sapeurs tidak melakukan kekerasan serta ketidakadilan, tetap bahagia dan tampil elegan meski tak cukup makan.

Sapologie terkesan kontras dengan hal yang terjadi pada Sapeurs yang bermigrasi ke Kota Paris. Merekalah cikal bakal La Sape yang jadi inspirasi gaya busana para Sapeurs di Brazzaville.

Asal-Usul La Sape

Dalam "La Sape: Tracing the History and Future of the Congos' Well-Dressed Men" (2017), Hannah Rose Steinkopf-Frank menyebut bahwa pada tahun 1976 Jean Marc Zeita, remaja pria asal Kongo pindah ke Kota Paris. Ia membentuk perkumpulan imigran muda asal Kongo bernama Aventuriers. Mereka meniru gaya penampilan Orang Prancis. Gaya itu kemudian dibawa pulang ke kampung halaman, agar dianggap sukses. Mereka turut membawa berbagai busana dan majalah untuk referensi gaya.

Masalahnya: para Sapeur di Paris ini pun bukan orang kaya. Untuk bisa membeli pakaian mahal, mereka menceburkan diri ke perdagangan narkoba. Hannah, mengutip makalah "Dream and Drama: The Search for Elegance among Congolese Youth", menulis bahwa para Sapeur di Paris ini memanfaatkan pakaian rapi sebagai citra kesuksesan.

Tidak semua Sapeur di Kongo tahu kisah ini. Tiap Sapeur bisa punya cerita berbeda tentang asal usul La Sape. Ada yang menganggap La Sape muncul pada zaman Koloni Prancis ketika tuan tanah memberi upah pada buruh dalam bentuk pakaian. Hector Mediavilla, fotografer yang pernah mendokumentasikan Sapeur di Kongo berkata bahwa warga lokal meniru gaya penampilan Orang Prancis saat mereka dijajah.

“Bergaya ialah salah satu cara mengekspresikan diri dalam situasi yang serba terbatas. Sapeurs bicara tentang bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri di tengah situasi buruk,” katanya.

Gondola beranggapan bahwa dengan bergaya, para Sapeurs hendak melawan masyarakat Barat lewat kesan, ‘Mereka boleh menjajah kita tetapi kita berpenampilan lebih baik dari mereka.’

Pendapat lain menyebut La Sape dibentuk oleh Papa Wemba, musisi Kongo yang ingin tampil beda dari musisi lain. Oleh karena itu ia berbelanja barang bermerek di Kota Paris dan tampil gaya dalam busana ribuan dolar. Selain menyanyi, ia kerap berpesan kepada kaum muda agar selalu tampil rapi dan bersih. Kepopuleran Papa Wemba jadi salah satu pengaruh utama bagi kelangsungan La Sape. Para Sapeur mengidolakan Papa Wemba. Pivot meneruskan semangat Papa Wemba dengan mendirikan kursus calon Sapeurs di Kongo.

Tak semua Sapeurs nyaman dengan gaya gemilang. Aime Champagne, Sapeur asal Kinshasa yang pindah ke London berkata bahwa sesungguhnya ia tak mau lagi berpenampilan seperti orang kaya padahal serba kekurangan. Namun ia terpaksa terus bergaya ala Sapeur agar tidak diprotes rekan-rekannya di Kongo.

Pada Aljazeera Charlie Schengen, Sapeur yang juga tinggal di London berkata bahwa La Sape telah membuat ia merasa kehilangan tradisi Kongo. “Ini sebuah kebodohan. Orang tidak mau sekolah dan hanya ingin belanja baju.”

sumber: tirto.id

Sabtu, 07 Juli 2018

Terungkap! Berpelukan Bisa Jaga Tekanan Darah Tetap Stabil

KAPAN terakhir kali anda dipeluk atau memeluk? Kebiasaan berpelukan ternyata bisa menjaga tekanan darah tetap stabil. Apalagi bagi penderita hipertensi karena pelukan bisa menurunkan tekanan darah.

Seperti dikutip dari Thelist.com, penelitian yang diterbitkan dalam Biological Psychology, menemukan bahwa tekanan darah wanita menurun setelah dipeluk pasangannya. Penelitian dilakukan pada 59 premenopause wanita yang dipeluk pasangannya.

Hasilnya, setelah dipeluk pasangan, hormon oksitosin dilepaskan dari otak sehingga bisa menurunkan tekanan darah tinggi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ketika hipertensi terjadi, pembuluh darah arteri akan mengeras sehingga aliran darah akan menurun, ketika tidak ada darah yang cukup menyuplai oksigen ke berbagai bagian tubuh, apalagi jantung, maka hal itu akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, termasuk serangan jantung, stroke dan penyakit kardiovaskuler lainnya.

Itulah mengapa, ada baiknya kamu lebih sering berpelukan dan bermanja-manja dengan pasangan, karena ternyata hal ini bisa menurunkan tekanan darahmu.

sumber: topmetro.news
KOMUNITAS Rumahela menggelar Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak 2018 di Pusuk Buhit Huta Simullop Kecamatan Pangururan, Samosir, Sabtu (7/7/2018)

Acara itu merupakan festival budaya para leluhur si Raja Batak, di mana pomparan Si Raja Batak menyatu dengan alam Toba. Juga melakukan edukasi tentang leluhur Batak.

Ada beberapa prosesi dalam acara itu, seperti menjungjung ‘hudon tano’ berisi air menuju Ruma Bolon. Selanjutnya ada doa ritual ‘tonggo-tonggo’. Ada nampak persembahan yang sudah disusun terdiri dari hasil bumi dan ternak berupa kerbau putih dan hitam berikut kambing putih serta sejumlah ayam dan ‘Ihan Batak’.

Ritual itu dipimpin Ketua Komunitas Rumahela Ir Hendri Naibaho. Mereka memanjatkan doa kepada Tuhan. agar alam semesta berikut seluruh isinya diberikan keselamatan. Juga perdamaian dunia menuju masyarakat sejahtera.

Aelanjutnya ada doa dan tonggo dipimpin Dr Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS. Meminta kepada Sang Pencipta dan leluhur supaya memberikan kedamaian, menjauhkan teroris di Indonesia.

Cinta Budaya Leluhur

Di sela sela kegiatan, Dr Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS selaku Pembina Komunitas Rumahela menyampaikan, kegiatan itu dilakukan untuk menggugah masyarakat Batak agar cinta budaya leluhur.

Dia pun mengajak seluruh masyarakat dapat menghargai leluhur dan tetap menjaga kearifan lokal. Kata anggota Komisi III DPR RI ini, siapa yang menghargai para leluhur, maka secara tidak langsung dia telah mempersiapkan diri dihargai generasi maupun keturunannya.

Hinca tampaknya serius ingin menjadikan Pusuk Buhit sebagai daerah wisata budaya dan sejarah. Dan menurut dia, festival itu adalah salah satu upaya merawat kearifan lokal di Pusuk Buhit dan kawasan Danau Toba.

Sebagaimana diketahui, Festival Wisata Edukasi Leluhur berlangsung tanggal 7 Juli setiap tahun. Kali ini diselenggarakan sejak Rabu- Selasa, 4-10 Juli 2018). Hari pertama ada ritual di Mual Simullop yang disebut ‘manjou mulak mata mual’.

Hari kedua, Misa Inkulturasi Batak Toba dipimpin Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Bongsu Antonius Sinaga OFM Cap. Hari ketiga, ‘patappehon hasandaran’ para leluhur. Sedangkan hari keempat, ‘paradehon dan pasahathon ulian bolon’ kepada leluhur.

Pada hari keenam akan dilakukan penanaman ribuan pohon di Pusuk Buhit, dilakukan Komunitas Rumahela bekerjasama dengan DPD Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sumut. Kegiatan akan dipimpin Ketua DPD ISKA Sumut Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM.

sumber: topmetro.news

Senin, 02 Juli 2018

Film Porno Lebih Rugikan Pria Dibanding Wanita

FILM porno selama ini selalu dianggap sebagai ranah pria. Tapi ternyata, film biru ini malah lebih merugikan bagi kaum adam dibanding bagi wanita.

Film dewasa itu ternyata bisa membuat pria jadi lebih tidak bahagia dengan hubungannya. Namun, hal yang sama tidak terjadi pada penonton film porno wanita. Demikian menurut data analisis yang diterbitkan dalam jurnal Human Communication Research.

Penelitian Efek Negatif

Para peneliti melakukan meta-analisis terhadap 50 studi yang melibatkan 50.000 partisipan dari berbagai negara yang berbeda. Beberapa partisipan ditanya tentang kebiasaan mereka menonton film prono. Sementara yang lainnya ditunjukkan materi yang bersifat pornografi.

Hasil akhir yang berusaha dicapai para peneliti adalah untuk mencari tahu, bagaimana pornografi mempengaruhi hubungan dan kepuasan seksual. Dan jawaban di antara kedua jenis kelamin ternyata berbeda. Pria merasa lebih tidak puas dan bahagia, sedang wanita tidak mendapatkan efek negatif apa pun.

Menurut penelitan, hal ini berhubungan dengan bagaimana kita menonton pornografi. Secara umum, pria lebih sering menonton film porno sendiri. Sedangkan wanita biasanya menonton bersama pasangan.

Inilah kenapa film porno malah membuat pria merasa semakin tidak terhubung dengan pasangannya. Sedangkan wanita justeru mendapat keuntungan dari berbagi pengalaman dan merasakan keintiman yang lebih.

Wanita Bisa Memisahkan Diri

Penemuan studi ini bertentangan dengan mitos yang mengatakan wanita tidak bisa menikmati film dewasa ini. Karena hal itu dianggap membuat mereka merasa buruk dengan dirinya sendiri. Hal ini mungkin benar untuk beberapa wanita. Tapi kebanyakan tidak merasa begitu.

Banyak wanita bisa secara sukses memisahkan film porno dengan kenyataan. Hal ini membuat mereka tidak merasakan pengalaman negatif atau pandangan yang buruk tentang seks hanya dari menonton skenario film porno yang biasanya tidak realistis.

Penelitian ini menyimpulkan, jika Anda masih ingin menonton film porno setelah menikah, sebaiknya lakukan bersama pasangan.

sumber: topmetro.news

Kamis, 28 Juni 2018

Hanya Menang 4 Pilgub, Saatnya PDIP Evaluasi Megawati?

MESIN partai PDIP banyak yang gagal memenangkan para kandidat yang bertarung di Pilkada 2018. Dari 17 pemilihan gubernur yang diselenggarakan serentak Rabu (27/7/2018), PDIP hanya mampu memenangkan empat pasangan calon yang mereka usung.

Keempat pasangan calon adalah Ganjar Pranowo-Taj Yasin di Jawa Tengah, Wayan Koster-Oka Artha di Bali, Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman di Sulawesi Selatan, dan Murad Ismail-Barnabas Onro di Maluku. Kemenangan di empat wilayah itu juga tidak terlalu mengejutkan. Paling tidak, mereka berhasil mempertahankan suara di kantong basis lantaran calon-calon di tempat lain harus tumbang.

Kemenangan Ganjar Pranowo di Jateng, misalnya. Perolehan suara petahana itu berdasarkan hasil hitung cepat SMRC hanya 58,57 persen meski Jawa Tengah merupakan basis merah (PDIP) sejak dulu. Begitu juga Wayan Koster yang menurut hitung cepat SMRC mendapat suara 58,25 persen, padahal Bali merupakan basis massa PDIP sejak lama.

Sementara kekalahan yang harus mereka rasakan terjadi di 13 provinsi lain. Berdasarkan hitung cepat SMRC, pasangan Syaifullah Yusuf-Puti Guntur kalah dengan perolehan suara 47,72 persen di Jawa Timur. Demikian juga di Jawa Barat, TB Hasanudin-Anton Charlian hanya mendapat 12,77 persen.

Pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus yang diusung di Sumatera Utara juga kalah dengan mendapat 41,12 persen suara. Pun yang dialami Herman HN-Sutono di Pilgub Lampung yang hanya mendapat 25,50 persen suara berdasarkan hitung cepat SMRC.

Di Sumatera Selatan juga sama, Dodi Reza Alex Noerdin-Giri Ramanda Kiemas, hanya dapat suara 31,9 persen suara berdasarkan hitung cepat LSI. Di Riau, calon PDIP Rachman-Suyatno hanya dapat suara 24,35 persen suara berdasarkan hitung cepat Polmark.

Kenyataan serupa harus mereka terima di NTT setelah Marianus Sae tumbang dengan perolehan suara 27,31 persen. Kekalahan lain juga tampak di NTB. Tuan Guru Haji Ahyar Abduh-Mori Hanafi juga kalah dengan 25,5 persen suara berdasarkan hasil dari hitung cepat LSI.

Karolin Margaret Natasa-Suryadman Gidot yang didukung PDIP di Kalimantan Barat juga tumbang. Berdasarkan hitung cepat LSI mereka hanya mendapat 43,50 persen suara. Di Kalimantan Timur calon PDIP Rusmadi-Safaruddin hanya dapat suara 24,4 persen berdasarkan hitung cepat LSI.

Makin Terpuruk

Banyaknya kekalahan di Pilgub 2018 membuat PDIP punya tugas berat pada tahun politik 2019. Mengingat partai berlambang banteng moncong putih itu juga banyak kalah dalam kontestasi Pilgub 2017.

Dari tujuh Pilgub 2017, PDIP hanya menang di Aceh dan Papua Barat. Calon PDIP di Bangka Belitung Rustam Effendi-Muhammad Irwansyah kalah, pun Rano Karno-Embay Mulya Syarief di Banten, dan pasangan Hana Hasanah-Tonny Jati juga kalah di Gorontalo. Kekalahan telak juga dialami PDIP di DKI Jakarta. Ahok-Djarot tumbang melawan Anies-Sandi.

Kekalahan beruntun dalam Pilgub 2018 ini menjadi kegelisahan kader PDIP di tingkat bawah. Dadang Danubrata, selaku Ketua DPC PDIP Kota Bogor, misalnya. Ia bercerita bagaimana mereka sudah berupaya mendongkrak suara pasangan TB Hassanudin dan Anton Charlian di Jabar, tetapi hasilnya jauh dari yang diharapkan.

Bila dibandingkan dengan Pilgub Jabar 2013, PDIP saat ini lebih buruk. Pada 2013, mereka mengusung Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki dan mendapat 28,41 persen suara, sedangkan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar mendapatkan 32,39 persen suara.

“Memang kelemahannya calon sekarang tidak terlalu dikenal, kami terbatas waktunya (karena) Jabar itu [wilayahnya] luas. Kalau Rieke dulu memang sudah terkenal, sehingga kami lebih mudah mengenalkannya,” kata Dadang kepada Tirto, Rabu (27/7/2018).

Keputusan PDIP mengusung TB Hassanudin dan Anton Charlian ini memang mengejutkan. PDIP sempat terlihat akur dengan Ridwan Kamil, yang kini justru menang Pilgub Jabar 2018 dan diusung koalisi Nasdem, PKB, PPP, Hanura, sebelum akhirnya mengusung Hasan dan Anton.

“Pertimbangan kenapa tidak jadi Ridwan Kamil itu ada di DPP, mungkin ada komunikasi yang tidak bisa diterima DPP,” kata Dadang.

Kesalahan DPP PDIP

Selain masalah di Jawa Barat, PDIP tampaknya juga salah menentukan pilihan calon di dua provinsi lain yang jadi lumbung suara yakni Jawa Timur dan Sumatera Utara. Pilihan mendukung Puti yang adalah cucu dari Sukarno rupanya tidak membuahkan hasil. Jualan nama besar sang proklamator tidak jauh lebih berpengaruh ketimbang Khofifah yang pernah menjadi menteri di kabinet pemerintahan Joko Widodo.

Begitu pula pilihan menaruh Djarot bertarung lagi di Sumatera Utara setelah kalah di DKI Jakarta. Nama besar Djarot juga tidak membuat PDIP bisa meraup suara lebih banyak dari saingannya Edy Rahmayadi yang merupakan mantan Pangkostrad.

Kondisi ini membuat PDIP harus melakukan evaluasi besar-besaran menjelang 2019. Pengamat politik dari Unair, Airlangga Pribadi mengatakan perlu ada pembenahan total. Bahkan pembenahan itu mungkin bisa dilakukan melalui Munaslub.

“Ya, apa pun mekanismenya, harus ada evaluasi total terhadap kesiapan kader partai, dalam proses elektoral politik, strategi politik,” kata Airlangga kepada Tirto.

Airlangga menilai kegagalan berturut-turut dalam dua pilkada serentak ini merupakan kesalahan dari Dewan Pengurus Pusat PDIP. Selama ini, semua pengambilan keputusan terkait dengan kader-kader yang akan maju dalam Pilkada ditentukan langsung DPP PDIP yang masih dipimpin Megawati Soekarnoputri.

“Ini kegagalan DPP sekarang dalam menentukan calon kepala daerah yang bisa mengangkat PDIP dan itu berlangsung selama putaran ini dan kemarin. Ini harus ada evaluasi total di internal. Tentu ini akan jadi kebijaksanaan ketua partai,” terangnya.

sumber: tirto.id

Sabtu, 23 Juni 2018

5 Hal yang Diinginkan Kim Jong-un dari Trump

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump akan memberikan bantuan ekonomi bagi Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un jika Korut melakukan denuklirisasi. Lantas, apakah itu yang diinginkan Kim?

Dalam berbagai kesempatan Trump menyampaikan bahwa dialognya dengan Kim di Singapura pada Selasa (12/6) akan membahas soal denuklirisasi dan perdamaian Perang Korea.

Ia juga meminta Korea Selatan, Jepang, dan China, untuk memberi dukungan ekonomi untuk Korut bila pertemuan Selasa (12/6) berjalan lancar. Trump bahkan tak menutup kemungkinan membangun hubungan bisnis AS-Korut untuk pertama kalinya.

Namun nyatanya, Kim menginginkan lebih dari sekadar yang Trump tawarkan. Dikutip dari USA Today, berikut lima harapan Kim Jong-un dari pertemuannya dengan Donald Trump.

1. Jaminan keamanan dari AS
 
Pada Mei lalu, juru bicara Kim menyampaikan bahwa Korut tak akan melucuti senjata nuklirnya, apabila tidak ada jaminan keamanan dari AS.
Korut menjadi waswas untuk melucuti senjata nuklirnya setelah Penasihat Keamanan John Bolton mengatakan AS akan menerapkan "model Libya" untuk Korut.

Model Libya yang dimaksud adalah pembunuhan Moammar Gaddafi usai Libya menghapuskan program nuklir mereka.
Hingga saat ini, nuklir adalah alat tawar nomor wahid bagi Korut.

2. Perdamaian dengan AS

Sikap Korut akhir-akhir ini yang dinilai lebih membuka diri dan menyetujui untuk bertemu Trump, mengindikasikan bahwa Kim ingin menstabilkan hubungan dengan AS.

"Kim mungkin bersedia untuk denuklirisasi bila Trump berjanji untuk mengakhiri hubungan yang buruk dengan Korut, dan benar-benar melakukannya," sebut Leon Sigal, penulis 'Disarming Strangers: Nuclear Diplomacy with North Korea'.

3. Perkembangan Ekonomi

Kim dalam video propaganda beberapa waktu lalu terlihat menangis lantaran merasa tidak mampu memperbaiki perekonomian Korut. Sanksi dan embargo Barat atas nuklir Korut semakin 'menggigit'.

Dalam video itu, terlihat Kim berdiri di tepi pantai, memandang nanar ke garis cakrawala. Terlihat, tetes air mata mengalir di pipinya.

Hingga pada pidato tahun baru, Kim Jong-un mengatakan Korut siap bangkit dari kemiskinan dan akan mengembangkan sektor ekonominya. Hal ini didukung oleh Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, yang berjanji akan memodernisasi jalur transportasi Pyongyang.

Untuk mewujudkan janji itu, Korsel butuh keringanan sanksi dari Dewan Keamanan PBB. Akan tetapi Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, menegaskan tidak akan meringankan sanksi hingga Korut melucuti semua senjata nuklirnya.

4. Mengulur Waktu

Pengamat Korea dan China di International Assessment and Strategy Center, Washington D.C., Richard Fisher, menilai Kim Jong-un tengah mengulur waktu sembari melakukan sejumlah negosiasi dengan pemimpin negara.

Fisher menyebut Kim mungkin saja masih menyempurnakan senjata nuklirnya agar bisa menyerang AS kapan pun.

"Mereka (pernah) melakukan uji coba dua rudal balistik antarbenua yang mampu mencapai AS. Saya yakin mereka bekerja siang dan malam untuk mengembangkan nuklirnya," kata Fisher.

5. Memperbaiki Citra

Lebih lanjut Fisher menilai negosiasi Kim dengan Trump dan Moon, hanya untuk membuatnya terlihat layak di mata dunia, agar dapat mengurangi peran AS di timur laut Asia. Selain itu agar Kim dapat menjalin kerja sama dengan negara lain seperti China dan Rusia.

"Sebelum sejumlah negosiasi ini, Kim dilihat sebagai 'manusia roket' yang mengancam keamanan dunia. (Oleh karenanya Presiden Xi Jinping) tak bisa menerima dia."

"Kini dengan dilakukannya sejumlah negosiasi, Xi dapat mulai menerima Kim dan memperkuat hubungan mereka yang sudah sangat dekat," jelas Fisher.

Tak hanya Xi Jinping, sejumlah pemimpin negara lainnya seperti Rusia dan Suriah juga mulai melirik Kim Jong-un.

Rusia telah mengundangnya untuk datang ke konferensi di Vladivostok pada September, sedangkan media pemerintah Korut, KCNA, menyebut Presiden Bashar Assad akan menjadi pemimpin pertama setelah Presiden Korut yang mengunjungi Kim di Pyongyang.

sumber: kumparan.com

Membandingkan Pesawat Ilyushin Kim dan Air Force One Trump

PEMIMPIN Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un tiba di Singapura menggunakan Boeing 747 Air China. Padahal, Kim memiliki pesawat pribadi yakni Chammae-1 atau Ilyushin-62M yang biasa digunakan untuk lawatan luar negeri.

Kim tiba pada Hari Minggu sore (10/6) di Bandara Changi menggunakan Boeing 747 Air China. Menurut laporan yang diturunkan South China Morning Post (SMCP) keputusan Kim untuk berangkat dengan Air China bisa jadi disebabkan oleh 'gengsi'.

Kim tidak mau pesawatnya terlihat lebih rendah dibandingkan Presiden AS Donald Trump yang berangkat dengan Air Force One. Lantas apa bedanya 'Air Force Un' dengan pesawat kepresidenan Air Force One yang digunakan Presiden Donald Trump?

'Kesederhanaan' Chammae-1

Ilyushin-62M sendiri ialah pesawat jet ramping buatan Uni Soviet dengan empat mesin. Pesawat itu pertama kali diperkenalkan pada 1963 lalu dan dikembangkan pada 1970-an. Produksinya berhenti pada 1995 dan maskapai Korut, Air Koryo, mengoperasikan empat pesawat Ilyushin, yang salah satunya digunakan Kim.

Sejak menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Korut pada 2011, Kim lebih sering bepergian dengan kereta api daripada pesawat. Tercatat hanya sekali ia mengudara ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping, menggunakan pesawat jet Ilyushin-62M yang dinamai Chammae-1, diikuti pesawat kargo, Ilyushin-76MD.

Menurut laporan yang diturunkan Inkstone, pesawat yang dapat menempuh jarak hingga 10 ribu kilometer itu diyakini dibeli oleh Rezim Korut sekitar tahun 80-an. Il-62M lalu diberi nama Chammae-1 sesuai spesies burung mirip elang yang ada di Korut.

Dengan panjang badan 53,12 meter dan panjang sayap 43,20 meter, pesawat Kim 'kalah' dibandingkan Boeing 747-200B yang jauh lebih besar. Selain itu, Il-62m juga hanya dibekali mesin turbo Soloviev D30KU yang memberinya kecepatan terbang sampai 900 kilometer per jam.

Pada 2015, media Pemerintah Korut merilis foto Kim berada di dalam Ilyushin-62 yang memiliki dekorasi serupa dengan pesawat kepresidenan AS, Boeing VC-25. Walau tak seluas pesawat AS, di dalamnya cukup untuk sejumlah kursi kulit dan meja kayu.

Menurut keterangan Greg Waldron dari FlightGlobal Asia, pesawat milik Kim itu tergolong jadul dibandingkan pesawat kepresidenan negara lain. Tak ayal, Waldron menyebut akan menjadi tantangan bagi Kim untuk melakukan penerbangan melewati Samudra Pasifik.

"Sistem komunikasi di pesawat itu juga kurang maksimal. Bila ada masalah soal mesinnya, ada beberapa tempat tujuan untuk mendarat," jelas Waldron.

Pengaruh Embargo
 
Korut tidak mampu memperbarui sektor penerbangannya lantaran embargo Barat melarang negara-negara menjual pesawat dan suku cadangnya kepada pemerintah Pyongyang.

Dikutip dari South China Morning Post, Ilyushin-62 milik Pyongyang pernah mengalami kecelakaan di Guinea, Afrika Barat, pada 1983. Sebanyak 23 penumpangnya tewas dalam kecelakaan tersebut.

Sedangkan berdasarkan laporan Reuters, pesawat kargo Ilyushin-76 milik Kim tak mampu terbang lebih dari 3.000 kilometer tanpa berhenti untuk mengisi bensin. Demi mensiasatinya, kemungkinan rombongan Kim harus berhenti di Vietnam sebelum melanjutkan ke Singapura.

Ilyushin-76 memang dirancang untuk mengangkut barang berat. Bahkan pesawat itu memiliki ruang yang cukup besar untuk membawa bus sekolah atau dua peti kemas.

Meski begitu, pesawat kargo tersebut sempat mengalami sejumlah kendala. Salah satunya pada April lalu, pesawat Ilyushin-76 kecelakaan dan menewaskan 257 orang di kota Aljir, Aljazair.

'Kemewahan' Air Force One

Nama Air Force One secara teknis merupakan simbol panggilan radio yang digunakan Angkatan Udara AS ketika tengah membawa presiden. Pesawatnya sendiri yakni Boeing 747-200BS dengan nomor ekor SAM28000 dan SAM29000.

Fungsi keduanya saling melengkapi. Ketika yang satu tengah dilakukan perawatan, pesawat satunya siap mengantar presiden kemana pun. Bahkan salah satunya bisa berperan untuk mengelabui musuh di udara.

Dilansir Business Insider, pesawat Boeing Air Force One merupakan yang terbaru dan terbesar yang pernah digunakan oleh presiden di dunia.

Dilengkapi dengan empat mesin jet General Electric CF6-80C2B1, memungkinkan Air Force One untuk terbang dalam kecepatan 1.000 kilometer per jam --hampir secepat suara. Keunggulan lain yakni pesawat tersebut dapat terbang di ketinggian 13.750 meter, sedangkan pesawat lain hanya mencapai 9.100 meter.

Dengan kehebatan yang dimiliki, Air Force One tak perlu khawatir soal jarak yang ditempuh. Sebab, pesawat itu dapat terbang tanpa henti sejauh 12.600 kilometer dan mampu mengisi bahan bakar di udara.

Ruang Kerja dan Konferensi

Dari segi interior, Air Force One menyediakan ruang seluas 1.219 meter persegi yang terbagi dalam tiga lantai. Di dalamnya bahkan terdapat tempat kerja resmi presiden AS yang disebut 'Kantor Oval di Udara'.

Sementara di bagian tengah pesawat terdapat ruang konferensi yang juga digunakan untuk ruang makan, serta dua dapur yang dapat menjamu hingga 100 hidangan. Ada pula tempat untuk tamu, staf kepresidenan, perwakilan media, dan awak angkatan udara.

Lebih lanjut di paling belakang terdapat ruang kerja untuk Dinas Rahasia AS dan media center untuk wartawan.

Tak berhenti di situ, Air Force One juga dapat menjelma sebagai tempat penyimpanan nuklir di udara, dengan lapisan baja untuk menahan imbas ledakan nuklir dari bawah. Sistem komunikasinya juga dilindungi dari radiasi nuklir.

Terlebih, tiap jendelanya dilapisi oleh baja dan sayapnya dapat mengusir rudal musuh. Tak heran, Air Force One sering digambarkan sebagai 'benteng terbang'.

sumber: kumparan.com

Senin, 18 Juni 2018

KM Sinar Bangun Tenggelam di Tigaras

SEBUAH kapal kayu bernama, KM Sinar Bangun, tenggelam di Danau Toba. Disebutkan, kapal tersebut berlayar dari Simanindo Samosir, tujuan Tigaras Simalungun.

Semula sempat beredar kabar, yang tenggelam adalah kapal ferry. Namun Bupati Samosir Rapidin Simbolon yang sedang menuju lokasi membantahnya.

"Maaf bukan kapal ferry... Kapal penumpang do. Saya juga lagi otw ke TKP... Manti ada kabar resmi," katanya.

Simpang Siur

Jumlah penumpang juga masih simpang siur. Ada menyebutkan 60, ada 80, bahkan ada yang menyebut 103 orang. Rute kapal juga masih simpang siur antara Simanindo ke Tigaras, ataukah sebaliknya.

Saat berita ini diturunkan, informasi yang masuk, kondisi saat ini, badan kapal sudah tinggal sedikit tampak di permukaan air. Ada dua ferrry saat ini sedang di tengah danau mencari sembari melihat bila ada penumpang yang masih bisa ditolong.

Sementara dari laporan dari Tigaras hanya beberapa orang sudah bisa diselamatkan.

Kemudi Putus

Untuk sementara, korban penumpang kapal diantar kapal ferry ke Tigaras. Ferry satu lagi terus membantu menyelamatkan kapal yang mengapung di tengah danau.

Info tambahan yang beredar, kemungkinan penyebab kapal tenggelam adalah karena tali kemudi putus. Sumber ini juga menyebut penumpang ada berjumlah 103, yang diketemukan baru tiga, salah satunya nakhoda kapal.

Mari kita berdoa untuk keselamatan penumpang yang lain.

sumber: topmetro.news

Minggu, 03 Juni 2018

Kejari Belawan jangan Permainkan Kasus Korupsi PDAM Tirtanadi

TERKAIT dugaan korupsi IPA Martubung PDAM Tirtanadi melibatkan uang negara senilai Rp58 miliar, bersumber dari penyertaan modal Pemprov Sumut Tahun 2012, yang selama tiga tahun sudah ditangani Kejari Belawan, diharapkan agar lembaga hukum itu jangan menjadikan kasus ini sebagai 'permainan'.

Besar harapan, agar desakan bertubi-tubi yang terus muncul ditujukan kepada Kejari Belawan segera direspon, untuk secara profesional menyelesaikan kasus itu.

Kejari Belawan harus sadar, bahwa mereka tetap akan menjadi 'sasaran tembak' dalam persoalan ini. Bahkan ancaman evaluasi pun menjadi hal wajar. Kinerja mereka yang dinilai lamban, kalau tidak mau dikatakan 'jalan di tempat' dalam penanganan kasus korupsi di PDAM Tirtanadi itu, membuat lembaga peradilan tersebut 'dipandang dengan sinis' oleh masyarakat.

Apakah benar tuduhan yang muncul, bahwa ada kepentingan yang dilindungi dalam kasus ini? Apakah benar tuduhan yang menyebutkan ada 'dalang' yang dilakoni pejabat penting di Tirtanadi? Apakah betul tuduhan yang terus dialamatkan ke Kejari Belawan, bahwa lembaga ini sedang 'mengamankan' banyak hal?.

Baik Kejari Belawan maupun Direksi PDAM Tirtanadi, tentu tidak bisa begitu saja membantah tuduhan-tuduhan dimaksud. Apalagi dengan hanya kata-kata atau statemen. Rakyat sekarang tentu saja tidak bisa begitu saja percaya kata-kata tanpa aksi.

Intinya, masyarakat akan menduga ada sesuatu di balik mandegnya kasus ini. Dan cara membantahnya hanya ada satu, yaitu Kejari Belawan harus menunjukkan kinerja jelas dan terarah.

Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat. Tiga tahun menangani sebuah kasus dan tak kunjung jelas arahnya, itu adalah sebuah prestasi yang sangat buruk.

Sanksi Pejabat Hukum

Sungguh sia-sia para pejabat di Kejari Belawan belajar hukum dengan segala trik di dalamnya, lalu menjalani jenjang karir hingga sampai pada jabatan sekarang ini, namun pada akhirnya hanya berprestasi seperti penanganan kasus ini.

Lebih sia-sia lagi, bahkan sangat tragis, kalau pada akhirnya kasus ini diambil alih oleh KPK misalnya, lalu terkuak semuanya. Terkuak siapa melindungi siapa. Terkuak siapa saja yang bermain. Dan dampaknya, tersangka bisa saja akan muncul dari berbagai profesi, mulai seorang manajer, hingga pejabat di bidang hukum.

Alangkah tidak eloknya sebuah ending karir, yang gara-gara membela sesuatu, akhirnya harus terhenti dan lebih fatal, bisa menjadi pesakitan. Apakah para pejabat di Kejari Belawan tidak memikirkan sampai kesana?

Dan semua kemungkinan itu menjadi wajar pada saat ini. Dengan lamanya kasus ini 'mengendap' di Kejari Belawan, semua tudingan dan kemungkinan tadi bukan tidak mungkin benar.

Namun penulis merasa yakin, bahwa Kejari Belawan tentu sudah memikirkan segala resiko apabila 'bermain' dalam kasus ini. Penulis juga yakin, bahwa Kejari Belawan tidak mau dianggap gagal, apalagi sampai sengaja tidak meneruskan kasus ini. Penulis yakin, Kejari Belawan masih punya tekad untuk menyelesaikan kasus ini, meski banyak tantangannya.

Sebab, kegagalan dalam penanganan kasus IPA Martubung PDAM Tirtanadi ini, akan berdampak sangat buruk. Termasuk sangat buruk bagi karir siapa pun pejabat hukum yang ada di dalamnya. Dan saya yakin, semua paham akan resiko ini.

Kejari Belawan Gagal

Hanya saja, dengan situasi saat ini, maka semua pihak tentunya masih sampai pada tahap penilaian, bahwa Kejari Belawan gagal dalam proses penanganan kasus dugaan korupsi IPA Martubung PDAM Tirtanadi ini.

Bicara soal gagal, maka disinilah perlunya ada instropeksi diri. Apakah memang sudah merasa gagal? Atau seperti penulis sebut di atas, masih punya tekad untuk menyelesaikannya? Ini harus ditanyakan kepada diri masing-masing pejabat di Kejari Belawan.

Dengan situasi ini, apakah para pejabat di Kejari Belawan masih merasa pantas duduk di posisinya sekarang? Atau merasa sudah pantas 'angkat bendera putih' lalu mundur teratur?

Dan akan sangat memalukan, apabila kasus besar ini tetap 'mandeg', namun para pejabat di Kejari Belawan masih ingin bercokol disana. Tidak etis! Mundur adalah pilihan paling terhormat.

Dengan mengambil sikap mundur, maka tuduhan yang datang hanya sebatas tidak mampu. Sementara kalau masih ingin bercokol, maka akan muncul pertanyaan, kenapa? Apa yang diperebutkan? Apa yang dijaga? Dan banyak pertanyaan lain.

Tapi kalau merasa masih mampu, pertanyaan kemudian adalah, apakah benar masih mampu? Berapa lama lagi? Tiga tahun apa belum cukup? Jadi sudahlah. Sebaiknya mundur saja para pejabatnya, termasuk Kajari Belawannya.

Kinerja Kejati Sumut

Dalam kasus ini, satu yang jadi pertanyaan penulis adalah, dimana posisi Kejati Sumut? Sebagai 'penonton' saja tanpa ada koordinasi dengan Kejari Belawan?

Karena sangat janggal, apabila dugaan korupsi sebesar itu bisa ditangani Kejari Belawan bahkan selama tiga tahun, tanpa sepengetahuan Kejati Sumut, juga Kejaksaan Agung.

Kalau menurut penulis, sangat mungkin bahwa Kejati Sumut tahu kasus ini. Namun kenapa bisa sampai tiga tahun tak selesai, dan Kejati Sumut serta Kejaksaan Agung tidak ada tindakan apa pun? Apakah memang wajar sebuah kasus mengendap sampai tiga tahun tanpa kejelasan?

Atau apakah ada 'arahan khusus' soal penanganan kasus ini dari Kejati Sumut? Dalam hal ini, Kejati Sumut harus memberitahukan ke publik, apa peran mereka disini. Ini sangat penting, agar publik jangan sampai menduga-duga, bahwa Kejati Sumut punya kepentingan 'mengamankan' kasus ini.

Bahkan menurut penulis, terlepas tahu ataupun tidak tahu soal kasus dugaan korupsi IPA Martubung, maka Kejati Sumut sebenarnya sudah harus ikut dievaluasi, termasuk pimpinannya. Sebab dalam masalah ini, Kejati Sumut juga bisa dinilai ikut lalai, atau tidak mampu mengendalikan anggota.

Evaluasi terhadap Kejati Sumut ini dinilai perlu, demi membersihkan nama Kejaksaan Agung dari dugaan keterlibatan dalam kasus ini.

Saling Evaluasi Kinerja

Intinya seperti ini.

Kalau Kejari Belawan tak ingin dituduh mempermainkan kasus ini, maka segera diselesaikan dengan jelas, terarah, dan tuntas. Kalau Kejati Sumut tak ingin dituding 'bermain', maka segera evaluasi Kejari Belawan, agar dugaan ikut terlibat dalam persoalan ini, jangan sampai muncul. Lalu kalau Kejaksaan Agung merasa bersih, maka segera jugalah lakukan evaluasi ke Kejati Sumut.

Soal, apakah KPK perlu turun tangan, tentunya masyarakat awam berharap seperti itu. Agar KPK langsung mengambil alih setelah tiga tahun tak jelas di tangan Kejari Belawan, tanpa harus menunggu lagi.

Namun apakah ada prosedur yang memungkinkan untuk ini? Bagaimana etikanya kalau sebuah kasus masih ditangani lembaga hukum lainnya? Apakah KPK bisa mengambil alih?

Hanya saja jadi pertanyaan di masyarakat, apakah prosedur itu menjadi penghalang untuk menyelamatkan uang rakyat? Menurut hemat penulis, banyak cara dan jalan, agar kasus ini bisa ditangani KPK. Kalaupun harus ada laporan baru ke KPK, sepertinya itu bukan hal sulit.

Dan diyakini, KPK sebenarnya sudah 'mengendus' kasus dugaan korupsi IPA Martubung PDAM Tirtanadi ini. Sebab, rasanya sungguh aneh, kalau KPK bisa sampai tidak tahu ada kasus dugaan korupsi melibatkan uang puluhan miliar.

Atau apakah KPK lagi mencari cara dari mana memulai? Patut ditunggu juga gebrakan KPK soal kasus dugaan korupsi IPA Martubung PDAM Tirtanadi ini.

Dugaan Korupsi IPA Martubung

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Belawan tengah menangani kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Martubung sebesar Rp58 miliar.

Diduga anggaran tahun 2012 yang bersumber dari Dana Penyertaan Modal Pemprovsu tersebut telah terjadi penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara.

Dari data rincian yang diterima, laporan pengaduan tentang proyek IPA Martubung meliputi pembangunan kantor lapangan, barak, gudang, jalan atau akses, pagar proyek, pembersihan lokasi, papan nama proyek dan lainnya dengan pagu anggaran Rp75.000.000.

Kemudian, perizinan dengan pagu anggaran Rp150 juta. Personil perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan, akomodasi, transportasi, air tiket, office dengan pagu anggaran Rp50 juta.

Lalu, pengukuran atau staking out Rp7,5 juta, investigasi atau survei Rp15 juta, utilitas pelaksanaan Rp85 juta, mobiliasasi personil dan peralatan Rp45 juta, pengadaan dan pelaksanaan pembangunan IPA kapasitas minimum 200 liter per detik Rp15.494.727.115, pengadaan pelaksanaan pekerjaan instrumentasi atau SCADA Rp3.491.269.750, pengadaan dan pelaksanaan pembangunan rehabilitasi booster pump existing Rp7.676.874.459, pengadaan pelaksanaan pembangunan rumah daya di IPA Martubung Rp6.109.211.627.

Selain itu, untuk pembangunan kantor seluas 200 m2 meliputi pengadaan sebesar Rp1.449.135.315 dan untuk pelaksanaan chemical building sebesar Rp3.140.386.966. Sedangkan pembangunan sludge lagoon IPA menelan biaya Rp988.531.712.

Lalu, untuk unit bangunan penunjang sebesar Rp2.326.919.475, pengadaan pemasangan pipa transmisi air baku sebesar Rp4.396.041.648, pengadaan dan pelaksanan pembangunan intake Rp7.480.827.223, uji coba Rp25 juta, laporan Rp15 juta. Ada juga untuk pelatihan atau transfer of knowladge sebesar Rp25 juta, pembersihan Rp7,5 juta dan demobilisasi Rp18 juta. (***)

Kamis, 24 Mei 2018

Ini Penjelasan, Mengapa Susu Kecoa Baik untuk Kesehatan

DIANGGAP sebagai hewan menjijikkan, kecoa bisa diolah menjadi susu bernutrisi tinggi yang baik untuk kesehatan. Susu kecoa bahkan disebut sebagai super food.

Munculnya susu kecoa bukanlah hal yang baru. Lebih dari 12 tahun yang lalu, beberapa peneliti menemukan bahwa di bagian saluran pencernaan hewan kecoa berjenis Diploptera Puctata, terdapat kristal protein susu.

Kini susu kecoa sebagai minuman kesehatan semakin mendapatkan perhatian. Kandungan kristal ini juga terdapat dalam kecoa berjenis Pacific Beetle. Dilansir Delish, spesies kecoa ini mengandung kristal potein, yang biasanya digunakan untuk bayi kecoa yang baru lahir.

Uniknya, kandungan kristal protein ini memiliki jumlah protein empat kali lipat lebih tinggi, dibandingkan susu sapi biasa. Susu kecoa juga mengandung asam amino, yang penting untuk pertumbuhan sel, menjaga tubuh tetap sehat, dan kandungan gula untuk pasokan energi.


Meski begitu belum ada penelitian lebih lanjut apakah susu kecoa ini, dapat berguna dan bermanfaat di bidang kecantikan.

"Tingkat pertumbuhan hormon dalam cairan khusus ini masih belum diketahui. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa pertumbuhan hormon dapat menyebabkan jerawat, pada individu tertentu," ungkap Dokter Rachel Nazarian dari Schweiger Dermatology Group.

"Tingkat gula yang tinggi dapat memperburuk kondisi kulit wajah dan kecantikan, karena tingginya kandungan gula bisa mempercepat penuaan kulit," lanjut Rachel.

Dokter Rachel turut menjelaskan bahwa susu kecoa mengandung protein dan lemak, yang vital untuk kesehatan rambut hingga kuku.

Di penelitian sebelumnya, yang diterbitkan di jurnal International Union Of Crystallography di tahun 2016. Peneliti menemukan bahwa cairan kristal ini, merupakan makanan komplet dengan kandungan protein, lemak, dan gula. Kandungan protein yang sangat stabil, membuat susu kecoa bisa jadi suplemen protein yang luar biasa.


Tertarik mencoba?

sumber: topmetro.com

Selasa, 15 Mei 2018

10 Tips untuk Melindungi Ginjal dan Menjaga Kesehatan


SETIAP tiga puluh menit, ginjal menyaring semua darah di tubuh. Mengeluarkan racun dari darah, mengeluarkannya dalam air kencing, dan mencegah kerusakan pada semua organ tubuh. Ginjal juga mengatur keseimbangan alkalin/asam dalam tubuh, mencegahnya menjadi asam berbahaya. Itu sebabnya, kita sangat perlu melindungi ginjal dan menjaga kesehatan.

Kita harus paham, fungsi ginjal sangat penting. Dan kinerja ginjal juga sangat berat. Misalnya, mengatur asam dan racun yang merupakan pekerjaan berbahaya. Dan ginjal sangat rentan terhadap racun yang berlebihan jika kita tidak melindunginya.

JENIS PENYAKIT GINJAL

Ada tiga jenis penyakit ginjal yang serius, yaitu  gagal ginjal akut, penyakit ginjal kronis, dan penyakit ginjal stadium akhir.

  • Gagal ginjal akut (GGA) adalah ketika ginjal tiba-tiba berhenti bekerja karena cedera atau menelan zat beracun.
  • Ginjal bisa secara bertahap kehilangan kemampuan berfungsi. Biasanya karena penyakit ginjal kronis (PGK). Seringkali, tidak ada gejala PGK sampai kondisinya sudah lanjut. Kemudian pasien mungkin mengalami mati rasa atau bengkak di tangan dan kaki, sering buang air kecil, mual, anemia, dan nafsu makan yang buruk.
  • Akhirnya, penyakit ginjal stadium akhir (PGSA) adalah kondisi serius di mana tidak ada atau sedikit sekali fungsi ginjal yang tersisa. Kerusakan pada ginjal sudah permanen. Pada titik ini, seorang pasien kemungkinan besar harus transplantasi ginjal.
  • Kanker ginjal, meski tidak umum, tampaknya semakin meningkat. Pada tahap awal, ada beberapa gejala. Saat kanker berkembang, gejalanya mungkin termasuk darah dalam urin, demam yang datang dan pergi, kelelahan, nyeri punggung, dan penurunan berat badan. Kanker ginjal dapat diobati dengan pembedahan, radiasi, dan berbagai macam obat. Tergantung pada lokasinya, ukuran, jenis, dan kesehatan keseluruhan pasien.

APAKAH ADA KABAR BAIKNYA?

Ternyata, penyakit ginjal sangat bisa dicegah. Ada sepuluh langkah yang dapat Anda ambil untuk menjaga ginjal tetap sehat dan kuat.

Sepuluh Langkah Untuk Menjaga Ginjal Anda Sehat:

1. Minumlah air secukupnya. Ini adalah langkah paling penting untuk menjaga ginjal tetap kuat.  Minimal, Anda minum satu setengah ons air untuk setiap pon berat badan Anda, jadi seorang pria seberat 200 pon akan minum 100 ons air setiap hari. Minum lebih banyak setelah olahraga berat atau jika Anda tinggal di iklim kering.
2. Konsumsi probiotik setiap hari. Probiotik (bakteri baik) membantu ginjal Anda memproses bahan limbah dan berkontribusi terhadap kesehatan pencernaan secara keseluruhan. Uji klinis terbaru yang melibatkan pasien dengan penyakit ginjal kronis menemukan bahwa kelompok yang menggunakan probiotik meningkatkan skor tes fungsi ginjal serta kualitas hidup secara keseluruhan.
3. Turunkan asupan fosfor Anda. Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, fosfor terakumulasi dalam tubuh. Ini menyebabkan kondisi berpotensi serius, seperti gangguan tulang dan jantung, serta pengapuran (pengerasan) jaringan. Fosfor ditemukan di sebagian besar makanan. Minuman ringan berkarbonasi dan makanan olahan, juga memiliki kandungan fosfor yang sangat tinggi. Anda hanya membutuhkan 800 mg hingga 1.200 mg fosfor setiap hari. Jumlah yang lebih tinggi akan dibersihkan dari tubuh oleh ginjal yang sehat.
4. Minum jus hijau. Bantuan makanan hijau baik dalam detoksifikasi. Misalnya jus cilantro, ramuan yang ramah ginjal, dengan air, jus lemon, dan madu. Jika Anda tidak suka jus, suplemen hijau adalah alternatif yang baik.
5. Makan makanan yang mendukung ginjal, selain ketumbar dan peterseli yang relatif, cobalah ini:
    - Semangka
    - Cranberry
    - Bluberi
    - Stroberi
    - Apel
    - Kubis
    - Kol bunga
    - Paprika
    - Bawang putih
    - Bawang
    - Minyak zaitun
6. Menurunkan berat badan. Obesitas telah dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan mengembangkan kanker ginjal.
7. Hindari penghilang rasa sakit. Terutama obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), seperti aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin, Nuprin), naproxen (Aleve), dan acetaminophen (Tylenol). Produk seperti ini sangat keras pada ginjal. Lebih buruk lagi, para peneliti telah menemukan bahwa obat-obatan ini meningkatkan risiko mengembangkan kanker ginjal. Jangan pernah mencampur NSAID dan alkohol.
8. Mandi di Garam Epsom. Ini adalah ukuran detoksifikasi dasar. Menghilangkan limbah dan racun memberi dorongan pada ginjal Anda sekaligus meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.
9. Kontrol tekanan darah. Tekanan darah tinggi dan diabetes adalah dua ancaman besar bagi fungsi ginjal Anda. Mengontrol gula darah dan tekanan darah adalah taruhan terbaik Anda untuk mempertahankan fungsi ginjal normal.
10. Hentikan merokok atau penggunaan tembakau lainnya. Racun merusak ginjal Anda.
Kita semua setuju, bahwa merawat ginjal sangat bermanfaat. Semoga artikel ini bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan, termasuk kesehatan ginjal kita.

Senin, 14 Mei 2018

Teroris Musuh Manusia

PENDUKUNG teroris selalu berkata, isu bom untuk mencoreng nama Islam. Padahal, para pendukung teroris itu sendiri yang menyeret nama Islam, ketika yang lain murni bicara soal teroris...

Kita sudah lihat sendiri.., semua pembenci teroris tidak ada yang menyangkutkan aksi teror dengan agama mana pun. Semua sepakat, itu perbuatan ORANG TAK BERAGAMA. Semua sepakat teroris adalah musuh bersama semua umat beragama. Teroris adalah musuh Islam. Teroris musuh Kristen. Teroris musuh Budha. Teroris musuh Hindu. Teroris musuh Kong Hu Chu. Teroris musuh semua penganut aliran keprcayaan. Dan lebih tegasnya, teroris adalah musuh manusia.

Artinya..., pendukung teroris itu, selain tak beragama, juga bukan manusia. Dan memang, kalau tidak manusia, tidak mungkin punya agama.

Lalu siapakah pendukung teroris yang tidak beragama dan bukan manusia itu...?

Dengan jelas dan transparan bisa kita lihat dari sikap mereka terkait aksi teroris, termasuk yang terjadi di Mako Brimob dan Surabaya kemarin.

Ada yang dengan mudah mengatakan bahwa itu adalah rekayasa dan tak mengakui, bahwa teroris itu ada. Yang lebih ekstrim, bahkan terang-terangan mendukung dengan mengatakan, itu adalah sebuah kewajiban. Lalu ada beberapa kader parpol yang juga sama sekali tidak menunjukkan simpati.

Lalu bagaimana sikap kita...?

Kalau sudah jelas siapa pendukung teroris, maka kita bisa turut andil menghabisi gerakan teroris, atau setidaknya mengurangi ruang gerak mereka.

Bisa kita mulai dengan menjaga lingkungan dari orang asing atau pendatang. Lalu awasi juga para pendukung parpol atau ormas yang punya benang merah dengan teroris.

Dan paling utama, di Pemilu 2019, mari kita habisi mereka dengan tidak mencoblos parpol yang secara terang-terangan mendukung teroris. Juga mari kita habisi papol pendukung ormas anti-Pancasila dan parpol yang anti-Pancasila. Jangan biarkan mereka ada di legislatif tingkat mana pun. Jangan biarkan cakada dukungan mereka menang.

Stop aksi mereka dengan total...!!

Salam...

Rabu, 09 Mei 2018

Melihat Para Pekerja Seks dari Sudut Pandang Lain

PEKERJA seks komersial maupun bintang porno hampir selalu dipandang rendah. Mereka yang memanfaatkan tubuhnya sendiri dan nafsu birahi orang lain untuk mencari nafkah dianggap tak sejajar dengan orang-orang yang mengandalkan otot, otak dan keterampilan khusus. Stigma-stigma negatif pun tak terelakkan: perempuan murahan, tak bermoral, berkemampuan finansial rendah sampai terpaksa menjual tubuh, bodoh, dan lain sebagainya. 

Padahal, segala hal di dunia ini, termasuk identitas para pekerja seks komersial, bisa saja dipandang dengan cara yang lain, tidak monolitik dan penuh apriori.

Beberapa waktu lalu, situs Independent membuat laporan tentang buku karya Julia Fullerton-Batten yang berisi potret-potret para pekerja seks komersial. Buku bertajuk The Act itu memuat gambar perempuan-perempuan mulai dari escort, bintang porno, penari striptis, hingga dominatrix. Benang merah dari semua gambar tersebut adalah adanya elemen pertunjukan yang coba disuguhkan para perempuan yang melibatkan seksualitas dalam pekerjaannya.

Kepada Independent, Fullerton-Batten menyampaikan, “Saya penasaran terhadap motivasi perempuan-perempuan, yang beberapa di antaranya berpendidikan tinggi, untuk terjun ke industri seks secara sukarela dan mengabaikan stigma sosial serta penolakan dari keluarganya.”

Kendati bukunya berisi potret-potret perempuan pekerja seks, Fullerton-Batten menghindari kesan pornografis di dalamnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa The Act memuat ketelanjangan, tetapi tidak melibatkan hubungan seksual sepasang manusia sebagaimana jamak ditemukan dalam pornografi. Untuk menekankan penggambaran perilaku dan aktivitas para perempuan ini, alih-alih mengeksploitasi sensualitas tubuh mereka, Fullerton-Batten memotret aktivitas dan perilaku yang jarang ditangkap dalam representasi pekerja seks di media populer. Aktivitas yang lain ini tak selalu berkaitan dengan tindakan seksual.

Tentu saja, sebagaimana publikasi berkonten erotis lainnya, The Act berpotensi melahirkan kontroversi. Hal ini dikarenakan erotisisme merupakan hal sensitif dan bersifat subjektif. Patung-patung dewa Yunani yang sering digambarkan tanpa penutup tubuh, lukisan Era Reinassance, atau relief Candi Hindu saja bisa dianggap pornografi alih-alih dipahami sebagai seni. Maka, tak heran jika sebagian besar masyarakat mempertahankan stigma buruk para bintang porno atau pekerja seks komersial karena pemahaman mereka hanya terbentuk dari sudut pandang tunggal saja.

Banyak yang menganggap pornografi hanya diperuntukkan bagi laki-laki. Kamera lebih sering menyoroti kaum hawa yang tengah melakukan aksi-aksi seksual terhadap laki-laki -yang oleh Laura Mulvey disebut sebagai male gaze. Terlepas dari konteks pornografi, jamak pula representasi perempuan yang tidak terlepas dari kepentingan tontonan laki-laki.

Dalam esai berjudul "Visual Pleasure and Narrative Cinema", Mulvey mengutip pemikiran Freud bahwa hal ini terkait dengan scopophilia yaitu kenikmatan seksual yang didapat dari menyaksikan objek tertentu dalam film. Mulvey berargumen bahwa film-film kerap menempatkan perempuan tidak hanya sebagai objek erotis lawan main dalam cerita, tetapi juga sebagai objek erotis bagi para penonton film-film tersebut.

Apakah pendapat Mulvey selalu terbukti? Industri pornografi Jepang merupakan mencoba memberikan alternatif.

Meski masih berada di bawah dominasi male gaze, sejak 2014, BBC sudah mewartakan adanya tren pembuatan film porno untuk khalayak perempuan di Jepang. Film porno untuk perempuan berkebalikan dengan male gaze: yang lebih banyak disorot kamera adalah aktor laki-laki. Inilah female gaze itu. Kecenderungan ini dimulai setelah banyak produser menyadari pasar perempuan yang dianggap potensial untuk disasar.

Dalam video BBC tersebut, tampak sejumlah perempuan yang terlibat di dalam proses pembuatan female gaze pornography. Eri Makino, sang sutradara, menyatakan bahwa pornografi untuk perempuan ini berupaya untuk mengakomodasi target pasar yang kerap kali kesulitan membangun relasi romantis serta mendapatkan kenikmatan seksual di tengah atmosfer seksualitas yang dikuasai oleh laki-laki. Tidak hanya aktivitas seksual saja yang dikedepankan dalam pornografi untuk perempuan ini, tetapi juga nilai-nilai intimasi, keromantisan, pemuasan kebutuhan seksual perempuan.

Tak Melulu Alasan Uang
Memang benar bahwa industri seks menawarkan bayaran besar dengan upaya yang -bagi sebagian orang- dianggap sangat minimal. Namun tak melulu alasan finansial yang sering disalahpahami itu yang mendorong seseorang menjadi bintang porno.

Dalam The Pornography Industry: What Everyone Needs To Know, Shira Tarrant (2016) mengangkat opini Nina Hartley, aktris porno yang juga seorang pengajar, yang menyatakan bahwa ia bergabung dalam industri pornografi lantaran senang melakoninya. “Saya punya kecondongan seksual seperti halnya Mozart dengan kecondongan musikal… dan hidup dengan seksualitas yang terbuka bagi publik telah sejak awal saya anggap natural seperti bernapas,” demikian pernyataan Hartley.

Hartley bukanlah satu-satunya aktris porno yang berprofesi sebagai pengajar. Sederet aktris porno seperti Laurie Wallace, Tera Patrick, Shy Love, Asia Carrera, TJ Hart, dan Annie Sprinkle juga dikabarkan memegang gelar dari universitas. Bahkan, beberapa di antara aktris tersebut ada yang meraih gelar PhD, dan menyelesaikan lebih dari satu bidang studi.

Stigma lainnya yang kerap dikenakan kepada para pelakon video porno atau pekerja seks komersial adalah mereka pernah mengalami pelecehan atau kekerasan seksual saat kecil sehingga memilih atau terpaksa terjun di bidang ini. Dilansir attn, studi yang dilakukan Griffith et. al. (2012) menemukan bahwa hanya 36% dari 177 aktris porno yang disurvei yang pernah mengalami kekerasan seksual.

Terlepas dari cap-cap buruk yang dilekatkan kepada mereka, para aktris porno ini juga dilaporkan memiliki penilaian diri lebih tinggi, perasaan positif, dukungan sosial, serta kepuasan seksual yang di atas rata-rata.

sumber: tirto.id

Ketika KPK tak Lagi Sakral

STATUS tersangka korupsi ataupun suap adalah sebuah situasi yang paling tidak diinginkan siapa pun. Status ini akan memberikan dampak buruk yang sangat besar bagi siapa pun penyandangnya. Karir politik akan hancur. Apa pun yang telah dirintis selama bertahun-tahun, akan rusak. Belum lagi beban yang akan ditanggung keluarga.

Kalau memang benar yang bersangkutan melakukan kesalahan yang ditersangkakan, masih bisalah dikatakan, semua kehancuran tadi adalah bagian yang harus diterima, akibat perbuatannya sendiri.

Tapi, bagaimana pula kalau ternyata yang ditersangkakan korupsi itu, sama sekali tidak melakukannya atau tidak tahu-menahu soal apa yang dituduhkan tersebut. Ini tentu akan menambah beban moral yang harus ditanggungnya. Akan muncul rasa emosional, dimana status tersangka sudah diumumkan ke publik, sementara yang bersangkutan tidak pernah melakukannya, atau setidaknya belum ada bukti.

Ini sebabnya, penetapan status tersangka oleh KPK, apalagi yang dilakukan secara kollektif seperti di Sumatera Utara, baru-baru ini, hendaknyalah dilakukan melalui proses sangat ketat. Bukan hendak mengatakan bahwa KPK tidak melakukannya. Tapi ini adalah harapan, agar jangan ada orang tak bersalah menjadi tersangka.

Sebagai contoh adalah, penetapan tersangka suap hak interpelasi yang melibatkan mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Soal ini telah ditetapkan tersangka secara bertahap. Dimulai dari lima unsur pimpinan, menyusul enam anggota DPRD Sumut. Lalu terakhir 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut, menyusul ditetapkan tersangka oleh KPK.

Semua ditetapkan berdasarkan sebuah catatan, yang katanya mereka ada terima uang. Semua tanpa bukti tanda terima. Lalu ada tuduhan, secara bersama-sama. Kalau secara bersama-sama, kenapa penetapannya tidak serentak? Lalu kenapa tidak seluruhnya jadi tersangka?

Di DPRD Sumut memang ada oknum (salah satu unsur pimpinan) yang suka memainkan APBD. Untuk penetapan APBD, katanya, harus ada semacam kesepakatan. Dan yang jelas ada aroma suap. Inilah yang disebut dengan uang ketok palu itu.

Lalu untuk urusan ini, ada yang memang aktif terlibat dan biasanya terima sesuatu sebelum penetapan. Lalu ada yang tidak begitu berperan dan terima sesudah penetapan.

Lalu ada yang memang sama sekali tidak tau. Apakah yang sama sekali tidak tahu-menahu soal atur mengatur ini dapat bagian juga? Sebenarnya tidak. Kalaupun ada uang yang sampai ke tangan mereka, itu hanya berupa uang rapat dan lain-lain.

Lalu dalam kasus suap hak interpelasi kemarin, semuanya disamaratakan menjadi terlibat dengan penyebutan uang yang diterima kisaran Rp200-350 juta. Padahal kenyataannya tidak demikian. Yang terjadi adalah, upaya membuat daftar terima uang, agar ada semacam laporan untuk mempertanggungjawabkan uang yang sudah kadung dikeluarkan. Disinilah pada akhirnya, yang tidak tahu apa-apa itu ikut menjadi korban.

Lalu kemana uang besar tadi sebenarnya digunakan, kalau bukan untuk dibagi-bagi? Tidak diketahui jelas kemana. Tapi yang pasti, ketika itu, tiga kali berganti Kapolda Sumut dan tiga kali berganti Kajati Sumut, kasus ini tak kunjung usai. Hingga kemudian terjadi OTT oleh KPK, yang memang sudah mengendus masalah suap ini.

Kemudian yang jadi pertanyaan, bagaimana mungkin kasus sepenting itu seakan-akan menjadi 'recehan'. Belum ada pemeriksaan dan belum tahu siapa tersangka, namun ada beberapa anggota DPRD Sumut yang sudah mengetahui kapan akan ada pemeriksaan dan berapa orang yang jadi tersangka. Mereka ini seolah-olah berperan menjadi Juru Bicara KPK. Seolah-olah mereka punya akses ke dalam KPK. Jelas ini sebuah pertanyaan.

Lalu soal penetapan tersangka terakhir dengan jujmlah 38, juga menjadi pertanyaan, bagaimana cara dan prosedurnya. Bagaimana caranya, kok yang dijadikan tersangka belum tahu apa pun hasil pemeriksaan, tetapi nama-nama mereka sudah beredar di media massa? Apakah demikian prosedur yang berlaku di KPK, yakni umumkan dulu nama tersangka di media, baru kirim suratnya ke masing-masing personal?

Ada salah satu tersangka dari 38 orang yang baru ditetapkan, yang menarik perhatian. Dia ini adalah inisiator hak interpelasi kepada Gubsu, karena Gubsu mengganti pejabat-pejabat eselon III tak sesuai aturan dan menyebabkan keresahan di masyarakat. Namun sebagaimana diketahui, pada saat voting di paripurna, partainya malah menjadi penentang interpelasi.

Yang jadi pertanyaan, apakah KPK mengetahui jalan cerita, bagaimana partai yang menginisiasi interpelasi menjadi penentang interpelasi? Mungkin KPK tidak mendalami, bahwa seseorang tadi telah menjadi musuh bersama di kalangan anggota dewan karena sikapnya menginisiasi interpelasi tadi. Pengurus DPP partainya pun sampai turun tangan dan menjadikan dia menjadi ketua fraksi partai mereka, mungkin dengan tujuan, agar dia lebih punya kekuatan terkait hak interpelasi tadi.

Kenyataannya, posisi dia sebagai musuh bersama malah semakin dalam. Internal partai termasuk ketua partainya di Sumut ikut menghambat segala langkahnya. Eksternal partai pun ikut memperbesar masalah karena menganggap dia adalah 'duri dalam daging'. Konflik antara dirinya dengan internal partai serta luar partai termasuk dalam penetapan alat kelengkapan di DPRD Sumut pun ramai di media massa.

Lalu kembali ke tuduhan secara bersama-sama atau bekerja bersama-sama dalam menerima suap hak interpelasi yang dituduhkan, bagaimana mungkin dia masih diikutkan kerjasama, sementara dia sudah dianggap sebagai musuh bersama? Dan dalam penetapan tersangka kemarin, apakah kajian KPK sampai ke hal-hal seperti ini?

Perkenalkan, ini Bos Baru WhatsApp

SETELAH pengunduran diri Chief Executive Officer dan Co-Founder WhatsApp Jan Koum, Facebook dengan cepat memperkenalkan penggantinya sebagai bos baru WhatsApp, yaitu Chris Daniels.

Pria ini salah satu eksekutif produk Facebook yakni internet.org -situs yang menghadirkan layanan internet gratis- dan pengabdiannya di Facebook sudah lebih dari tujuh tahun.

Salah satu kesuksesan kepemimpinan Daniels di internet.org yakni berhasil memulihkan jaringan infrastruktur nirkabel yang buruk. Sehingga dia dipercaya menangani WhatsApp kendati tidak pernah bersentuhan.

Saat kepemimpinan Jan Koum, WhatsApp dijaga dari penyisipan iklan dalam layanannya dan saat ini pasar terbesar WhatsApp adalah masyarakat Brasil dan India.

Pengalaman inilah menjadi kunci Daniels menjalankan WhatsApp, yang masih memilah model bisnisnya hampir empat tahun setelah Facebook mengakuisisi WhatsApp sebesar 19 miliar dolar AS.

Kala WhatsApp dipimpin Koum, ia berjanji untuk menjaga WhatsApp bebas iklan, meskipun aplikasi ini sekarang dimiliki oleh salah satu perusahaan periklanan terbesar di dunia.

Rombak Struktur Organisasi

Selain itu, Facebook sendiri dikabarkan dalam waktu dekat akan merombak struktur organisasinya, yang terbesar dalam sejarah, sejak berdirinya awal tahun 2014.

Orang Kaya Baru

Mengenal lebih jauh sosok mantan bos WhatsApp, Jan Koum, Google dan Facebook sempat berebut untuk mengakusisi WhatsApp yang saat itu berkembang pesat.

Hingga tahun 2013, Jan Koum bersama Brian Acton setuju untuk menjual WhatsApp ke Facebook dengan nilai sebesar 19 miliar dolar AS. Ini menjadikan keduanya sebagai orang kaya baru karena perjuangan mereka mengembangkan aplikasi WhatsApp.

Jan Koum sendiri setelah aplikasinya berhasil dibeli perusahaan Facebook, kekayaannya melonjak drastis sebesar 6,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp80 triliun dan tahun 2015 kemudian kekayaannya naik sebesar 7,9 miliar dolar AS sekitar Rp109 triliun menurut versi majalah Forbes.

sumber: topmetro.news

Selasa, 08 Mei 2018

Thats Very Old Cassettes...

SAYA mengenal dunia kaset sejak masih SD, tentunya dari bapakku. Beliau dulunya (tahun 1970-an) memiliki amplifier Sansui 6600, deck Akai, dan speakers Technics. Beberapa waktu belakangan kemudian dia tambah dengan eq Akai...

Selera bapakku adalah lagu-lagu yang untuk ukuranku sangat tua, seperti Pat Boone, Jim Reeves, dan lain-lain. Tapi pengaruh Beatles juga merambah ke rumah karena saya ingat, bapakku punya juga kaset Beatles, di samping grup lain Rolling Stones, Hollies, Marmalades, Everly Bros, dll (entah kemana kaset itu sekarang). Selain itu Beliau menyukai Ebiet G Ade.

Saya bahkan mengenal nuansa rock dari kompilasi milik bapakku, Sweet And Sentimental 2 rekaman Tops, di mana lagu pertamanya adalah Always Somewhere dari Scorpions. Di kaset ini juga ada lagu Hollies berjudul When I'm Yours, yang hanya pernah saya temukan di kaset ini. Di kaset lain, baik kompilasi maupun The Best Hollies, saya belum pernah ketemu.

Dulunya saya kurang paham soal rekaman-rekaman apa yang sering dibeli bapakku. Mulai SMP barulah saya mulai mengenal fisik kaset itu. Saat itu kebetulan mulai pemunculan kaset dengan cover yang lebih modern tanpa foto tempel dan juga mulai kemunculan pita BASF yang era itu sangat digandrungi, namun di masa ini kurang diminati karena masalah daya tahan.

Seiring dengan tahap pengenalanku pada fisik kaset..., saya pun membeli kaset pertama saya yaitu The Best Of ABBA Kings Record (kalau nggak salah tahun 1982). Lalu diikuti kaset demi kaset.

Dan nuansa rock mempengaruhiku saat saya membeli Golden Slow Rock rekaman GL yang berisikan Scorpions (Always Somewhere/Fly People Fly), Nazareth (Love Hurts/I Don't Want To Go On Without You), Deep Purple (Soldier Of Fortune/When A Blindman Cries), Rolling Stones (Angie/I Got The Blues), Rainbow (Temple Of The King/Catch The Rainbow), Bad company (Love Me Somebody/The Way I Choose), Queen (Love Of My Life/Bohemian Rhapsody). Masing-masing grup dua lagu..., satu di sisi A dan satu di sisi B. Kaset ini kemudian menjadi favorit saya saat itu dan menjembatani saya membeli kaset-kaset grup yang ada di dalamnya dan mempengaruhi selera musikku hingga saat ini.

Era kaset di mana saya mulai membeli pun mempengaruhi selera dalam hal fisik kaset. Saya sama sekali tidak suka yang foto tempel, karena menurut saya itu kaset jadul dan nggak modern. Ternyata terbawa hingga saya juga nggak suka rekaman Yess, Monalisa, Golden Bridge, dan lain-lain yang pake foto tempel. Apalagi yang pake foto tempel itu, selain, menurut saya, covernya monoton, juga tidak punya lirik.

Waktu berlalu hingga era lisensi, di mana saya sempat juga beli beberapa waktu, namun terasa ada yang nggak pas. Banyak perbedaan, mulai cover yang menurutku tak menarik, hingga kualitas pita dan rekaman. Belum lagu suasana nuansamatik yang tak terasa sama sekali...

Lalu mulailah merambah ke lapak-lapak kaset bekas yang saat itu masih banyak beredar di Medan. Kembali saya menemukan sesuatu yang hilang saat kaset-kaset era bajakan resmi yang nuansamatik full, teronggok di lapak.

Dan lagi-lagi, tetap saja pengaruh lama membuat saya tak menyentuh kaset berfoto tempel. Namun seiring waktu, karena desakan keberadaan album-album tertentu yang kadang hanya dikeluarkan perekam tertentu dan karena kaset nuansamatik juga makin susah didapat, maka rekaman Yess, Golden Bridge, dan Monalisa pun mulai masuk rak kaset. Namun belum untuk kaset-kaset yang menurutku terlalu jadul, seperti Lolita, Starlite, dan lain-lain, termasuk yang dikenal dengan kaset hitam putih.

Hingga kemudian saya bergabung dengan sebuah blog yang membahas soal kaset. Beberapa teman di sana kemudian membahas album demi album nuansamatik dan banyak di antaranya adalah dari kaset super jadul itu.

Hampir bersamaan saya juga mulai merambah dunia maya mencari kaset, mulai dari toko online hingga facebook. Ketika kaset super jadul diulas di blog tadi, maka kemunculan kaset-kaset super jadul di toko online dan facebook mulai menarik perhatian. Ditambah makin banyaknya album yang saya tahu saya belum punya, dan hanya ada di kaset super jadul itu, maka saya pun mulai tertarik membelinya. Hingga akhirnya malah suka, walau belum seperti kegandrunganku pada rekaman Team. Dan akhirnya, walau belum banyak, saya kini sudah mengoleksi kaset-kaset super jadul.

Untuk urusan pita, memang kaset super jadul kebetulan rata-rata berpita maxell atau TDK, sehingga daya tahan sangat teruji. Namun untuk kualitas rekaman, bisa dikatakan tidak merata. Apakah karena pengaruh usia atau teknologi saat itu, kaset-kaset super jadul kadang ada yang kualitas suaranya prima, namun ada juga yang tidak begitu prima.

Tapi kadang justeru di situ salah satu daya tariknya. Karena dengan suara yang agak kasar, kalau dengar lagu blues malah seperti terbawa ke masa lalu dengan nuansa suara seperti tadi. Kita seperti duduk di sebuah bar tempo dulu yang sedang memutar lagu-lagu blues dengan sound seadanya. Sungguh nuansa yang tak akan ada ditemukan di mana pun...

Tapi saya pikir, tentu kurang enak didengar kalau untuk lagu-lagu hard rock yang butuh suara keras atau prog yang butuh suara yang lebih 'open' dan detail. Itu sebabnya, untuk kaset super jadul itu, saya lebih memilih untuk album-album blues...

Horas...!
Long Live Rock And Blues...

Menyoal Istilah Samosir Kepingan Surga

SAYA tergelitik dengan sebuah ucapan bernada protes dalam sebuah grup WA. Seseorang di grup WA parSamosir itu minta agar jangan lagi men...